Menuju konten utama

Kemhan Beli 12 Jet Tempur Baru M-346 F Block 20 dari Italia

Jet tempur itu akan dipakai sebagai pesawat latihan bagi para penerbang tempur TNI AU.

Kemhan Beli 12 Jet Tempur Baru M-346 F Block 20 dari Italia
Pesawat tempur M-346 F Block 20 buatan perusahaan alutsista Leonardo (ANTARA/Ho-Situs resmi Leonardo)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membeli 12 jet tempur baru yakni M-346 F Block 20, buatan perusahaan alat utama sistem senjata (alutsista) asal Italia, Leonardo. Jet tempur itu akan dipakai sebagai pesawat latihan bagi para penerbang tempur TNI AU.

"Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, saat dikonfirmasi ANTARA, Kamis (23/7/2026).

Rico menjelaskan M-346 F Block 20 dipilih karena spesifikasi dan kemampuan pesawat cocok dengan doktrin pertahanan udara yang dianut oleh TNI.

Selain karena selaras dengan kebutuhan pertahanan, Rico menjelaskan pembelian pesawat tempur itu juga bagian dari upaya TNI dalam memodernisasi alutsista.

Dia meyakini kemampuan pertahanan Indonesia akan semakin kuat setelah adanya peningkatan kualitas teknologi alutsista di TNI.

Rico menjelaskan kontrak pembelian ini sudah ditandatangani dan telah berjalan efektif. Menurut dia, jika semua berjalan lancar, pengiriman 12 unit jet tempur itu ke Indonesia akan dimulai pada 2030.

Sebelumnya, TNI AU juga telah memiliki pesawat tempur yang khusus dipakai untuk latihan para penerbang, yang paling terbaru yakni pesawat latih tempur T-50i yang dibeli Indonesia dari Korea Selatan. Pesawat itu kerap dipakai latihan para penerbang sebelum mengawaki F-16 Fighting Falcon.

Hingga saat ini, TNI AU memiliki 22 pesawat T-50i dan ditempatkan di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Jawa Timur.

Bidik Helikopter AW149 untuk TNI AL

Kemhan juga tengah membidik alat utama sistem senjata (alutsista) baru untuk memperkuat pertahanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan mendatangkan helikopter AW149.

Rico menjelaskan saat ini proses kerja sama yang terjadi antara Kemhan dan perusahaan penerbangan asal Italia, Leonardo, terkait pengadaan helikopter AW149 masih dalam tahapan penandatanganan Letter of Intent (LoI).

"Saat ini yang telah ditandatangani adalah Letter of Intent sebagai bagian dari tahapan penjajakan kerja sama," kata Rico.

Rico mengatakan poin dalam LoI itu bukan tidak hanya soal pengadaan saja, melainkan termasuk pengembangan dukungan teknis, pemeliharaan, pelatihan serta peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

Kendati demikian, Rico belum bisa menjelaskan secara rinci kapan proses pembelian helikopter itu akan berlangsung.

Dia juga belum bisa menjelaskan berapa jumlah helikopter yang akan dibeli. Saat ditanya apakah helikopter tersebut dibeli untuk ditempatkan di dek kapal induk Giuseppe Garibaldi milik Indonesia, dia juga tidak menjawab hal itu.

"Pada prinsipnya, setiap pengadaan alutsista dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kebutuhan operasional TNI, keunggulan teknologi, dukungan logistik dan pemeliharaan sepanjang siklus hidup alutsista serta peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan industri pertahanan nasional," ucap dia.

Baca juga artikel terkait PEMBELIAN ALUTSISTA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto