tirto.id - Pemerintah terus memperkuat sistem pertahanan nasional melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk modernisasi alutsista udara.
Salah satu langkah penguatan sistem pertahanan nasional itu dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan menghadirkan pesawat tempur Rafale untuk TNI Angkatan Udara (AU).
Kemhan menyatakan, sebagai negara kepulauan dengan wilayah udara yang sangat luas, Indonesia memerlukan sistem pertahanan yang modern dan terintegrasi untuk memastikan keamanan nasional tetap aman dan terjaga.
Penguatan kemampuan pertahanan udara dilakukan tidak hanya melalui pengadaan pesawat tempur modern, tetapi juga pengembangan radar pendeteksi ancaman dan sistem pertahanan pendukung lainnya.
"Kehadiran alutsista modern seperti jet tempur Rafale, radar pendeteksi ancaman, dan
sistem pertahanan terbaru menjadi bagian dari upaya negara untuk memastikan wilayah
Indonesia tetap aman dan terjaga," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan, Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
Rico menjelaskan, pesawat tempur Rafale merupakan alutsista multi-role yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari pengawasan udara, pertahanan wilayah, hingga mendukung operasi strategis lainnya.
Menurutnya, dukungan teknologi modern yang dimiliki memungkinkan pelaksanaan operasi secara lebih efektif dalam berbagai kondisi.
"Perlu dipahami juga, pengadaan alutsista modern bukan semata-mata soal belanja pertahanan negara. Ini adalah investasi strategis jangka panjang untuk menjaga keamanan nasional, stabilitas kawasan, dan memastikan pembangunan Indonesia dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan," kata Rico.
Ia menyebut, modernisasi pertahanan juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan nasional. Selain memperkuat kemampuan menjaga kedaulatan negara, kerja sama pengadaan alutsista modern disebutnya turut membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Menurut Rico, pertahanan yang kuat tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. "Pertahanan yang kuat bukan hanya tentang menjaga batas wilayah, tetapi juga menjaga rasa aman masyarakat, melindungi pembangunan nasional, dan memastikan Indonesia tetap berdiri tegak di tengah dinamika dunia," katanya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































