Menuju konten utama

DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Kapal induk Giuseppe Garibaldi direncanakan tiba di perairan Indonesia pada 20 September 2026.

DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
Suasana rapat kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan, Senin (20/7/2026). tirto.id/M. Irfan Al Amin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Marsekal Muda (Marsda) TNI Haris Haryanto, mengungkapkan pemerintah Indonesia akan menerima hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.

Hal itu disampaikan Haris saat mengajukan permohonan persetujuan resmi penerimaan kapal hibah tersebut kepada Komisi I DPR RI yang dinilai dapat memperkuat kekuatan alutsista TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan NKRI.

Haris menjelaskan langkah ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia yang telah diatur dalam Perpres Nomor 24 Tahun 2013. Kapal induk ini diproyeksikan menjadi elemen vital dalam modernisasi pertahanan maritim nasional.

"Penerimaan hibah ini mempunyai makna efisiensi bagi negara, di mana kita dapat mempersingkat waktu pengadaan tanpa membebani APBN untuk pembelian unit baru. Hal ini juga akan memperkuat pertahanan maritim serta meningkatkan kemampuan operasi kemanusiaan kita," kata Haris dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (20/7/2026).

Bagaimana Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Hibah dari Italia?

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni dengan panjang mencapai 180 meter dan lebar 33 meter. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 30 knot berkat dukungan empat sistem propulsi gas turbin LM2500.

Kemhan mengungkapkan salah satu keunggulan utama dari kapal induk tersebut adalah aviation capability, yang dirancang untuk mengoperasikan helikopter maupun pesawat dengan kemampuan short take-off dan vertical landing (STOVL). Dengan kapasitas kru sebanyak 550 personel, kapal ini memiliki daya tahan tinggi untuk operasi jangka panjang di wilayah laut rawan.

Kehadiran kapal induk ini bertujuan untuk meningkatkan kehadiran negara di wilayah-wilayah rawan seperti lokasi penyelundupan, perompakan, hingga pencurian kekayaan alam oleh kapal asing.

Selain untuk fungsi tempur (power projection), kapal ini juga akan difungsikan sebagai pangkalan terapung untuk misi tanggap darurat bencana dan kemanusiaan.

"Di mana pada saat ini tantangan laut Indonesia sangat banyak dan beragam, baik bersifatnya penyelundupan, pelanggaran wilayah, illegal fishing, illegal logging, dan kejahatan lintas batas," jelasnya.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi direncanakan tiba di perairan Indonesia pada 20 September 2026.

Usai mendapatkan penjelasan, Komisi I DPR RI menyetujui hibah kapal induk dari Italia tersebut.

"Komisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi senilai 54.022.426,67 euro dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI sebagaimana surat Menhan RI kepada Ketua DPR RI Nomor B/1845/M/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026," ujar Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto.

Sebelumnya, Parlemen Italia melalui surat protokol tertanggal 8 Mei 2026 telah memberikan lampu hijau terkait pemberian hibah ini kepada Pemerintah Republik Indonesia.

"Kami sedang menyiapkan fasilitas pelabuhan di Teluk Ratai, Lampung, yang saat ini progresnya telah mencapai 76 persen. Selain itu, tim teknis dan calon kru kapal saat ini juga sudah berada di Italia untuk menjalani proses transisi," tambahnya.

Meskipun unit kapal diberikan secara cuma-cuma, pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus berdasarkan Surat Menteri Keuangan tahun 2025 yang diperuntukkan bagi proses refurbishment alias perbaikan dan biaya pengiriman dari Italia ke Indonesia guna memastikan kapal dalam kondisi prima saat mulai bertugas.

Dengan diterimanya hibah ini, Indonesia diharapkan memiliki lompatan kapabilitas dalam diplomasi maritim dan pengamanan wilayah yurisdiksi nasional di kancah internasional.

"Penerimaan hibah ini juga mempunyai makna untuk efisiensi bagi negara, di mana mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN pengadaan, serta memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan," terangnya.

Baca juga artikel terkait ALUTSISTA RI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto