Menuju konten utama

Kemenkum Hibahkan 6,3 Hektare Lahan Untuk Sekolah Rakyat

Kemenkum berharap dukungan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program prioritas pemerintah dan memberi manfaat yang lebih luas.

Kemenkum Hibahkan 6,3 Hektare Lahan Untuk Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Tanah dari Kemenkum kepada Kemensos untuk Sekolah Rakyat di Graha Pengayoman, Kemenkum, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Upaya memperluas pembangunan Sekolah Rakyat mendapat dukungan dari Kementerian Hukum (Kemenkum) melalui hibah lahan seluas sekitar 6,3 hektare yang berlokasi di Kota Tangerang. Lahan tersebut akan dimanfaatkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat permanen.

Penyerahan sertifikat tanah dilakukan langsung oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Sekretaris Jenderal Kemenkum Nico Afinta, para pejabat tinggi madya dari kedua kementerian, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengapresiasi dukungan yang diberikan Kementerian Hukum. Menurutnya, kebutuhan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, termasuk Tangerang.

"Ini menurut saya sungguh luar biasa, lebih-lebih di daerah Tangerang yang sampai sekarang kita masih kesulitan untuk mendapatkan tanah guna pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Untuk itu saya sungguh-sungguh berterima kasih atas kolaborasi ini," kata Gus Ipul dalam sambutannya.

Prosesi penyerahan sertifikat diawali dengan penampilan siswa Sekolah Rakyat dari SRMA 10 Jakarta, SRMA 9 Jakarta, SRMA 13 Bekasi, dan SRMA 33 Tangerang Selatan. Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari pencak silat, pidato dalam empat bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Penampilan para siswa mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Tidak sedikit yang menunjukkan rasa bangga dan haru melihat perkembangan kemampuan para peserta didik.

Gus Ipul menjelaskan, selama ini penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat umumnya berasal dari pemerintah daerah, baik kabupaten, kota, maupun provinsi. Namun kini dukungan juga datang dari berbagai kementerian dan lembaga.

"Sekarang ditambah lagi oleh Kementerian-Kementerian, salah satunya Kementerian Hukum yang sejak awal proaktif dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial," ujarnya.

Selain hibah lahan di Tangerang, Gus Ipul mengungkapkan adanya rencana tambahan dukungan dari Menteri Hukum berupa aset pribadi yang berada di Sulawesi Tengah. Aset tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.

"Kedua, beliau (Menkum) juga punya ide, beliau punya aset pribadi yang nanti akan diserahkan ke Kementerian Sosial untuk juga penyelenggaraan sekolah rakyat di Sulawesi Tengah, saya kira ini adalah satu inisiatif yang baik," kata Gus Ipul.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga memaparkan perkembangan para siswa Sekolah Rakyat setelah mengikuti pendidikan berasrama selama kurang lebih 11 bulan. Menurutnya, para siswa menunjukkan perubahan positif, mulai dari peningkatan kedisiplinan, rasa percaya diri, optimisme, hingga semangat belajar.

"Ini adalah sekolah berasrama mendapatkan pendidikan selama 24 jam, didampingi oleh guru pada saat sekolah, dan pada sore harinya waktu boarding didampingi oleh wali asuh dan wali asrama," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan bahwa proses pengalihan aset dari Kementerian Hukum kepada Kementerian Sosial telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan kini telah rampung dengan penyerahan sertifikat resmi.

"Hampir 63 ribu (meter persegi) atau 6,3 hektare lahan di Kementerian Hukum, kami serahkan kepada Kementerian Sosial, nanti peruntukannya untuk pembangunan Sekolah Rakyat," kata Supratman.

Ia berharap dukungan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program prioritas pemerintah sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kita berharap mudah-mudahan dengan penyerahan ini, kedepannya apa yang menjadi cita-cita kita bersama, itu kami sebagai pembantu Bapak Presiden, kita wujudkan semua apa yang menjadi harapan beliau dan harapan bangsa ke depan," ujarnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis