Menuju konten utama

Kemenhub Buka Angkutan Motor Gratis via KAI, Kuota 6.000 Motor

Program ini akan dibuka untuk sekitar 6.000 motor, dengan kapasitas tempat duduk untuk sekitar 12.000 penumpang.

Kemenhub Buka Angkutan Motor Gratis via KAI, Kuota 6.000 Motor
Arsip foto - Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba saat jumpa pers di Kantor KAI Commuter Jakarta, Senin (29/5/2023). ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktorat Jenderal Perekeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mulai membuka pendaftaran program Angkutan Motor Gratis (Motis) pada Senin (1/12/2025).

Vice President Corporate Communications PT KAI (Persero), Anne Purba, mengatakan program ini akan dibuka untuk sekitar 6.000 motor, dengan kapasitas tempat duduk untuk sekitar 12.000 penumpang.

"Kita juga ada kerja sama (program angkutan) Motor Gratis dengan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Seatnya ini untuk motornya sekitar 6.000, untuk penumpangnya lebih dari 12.000. Jadi ini gratis, pendaftarannya nanti lewat DJKA tanggal 1 Desember," katanya, saat ditemui di sela acara Festival Media Digital Pemerintah (FMDP) 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).

Secara resmi, pengumuman pembukaan program Angkutan Motor Gratis ini nantinya akan diumumkan langsung oleh Dirjen Perkeretaapian, Allan Tandiono.

Selain soal Angkutan Motor Gratis, Anne juga mengungkapkan bahwa per Kamis (27/11/2025), program diskon tiket kereta api telah terjual sebanyak 30 persen dari total tiket yang sudah disediakan.

"Ini (penjualan tiket) masih berjalan," tambahnya.

Anne juga menyampaikan proyeksi puncak perjalanan penumpang pada periode Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, yakni pada 24 Desember 2025, atau H-1 sebelum Natal dan menjelang Tahun Baru. Tak seperti saat periode libur Lebaran, pergerakan penumpang diperkirakan akan tersebar merata mulai 18 Desember-4 Januari.

"Karena ada yang berangkat sebelum Natal, ada yang sesudah, kemudian ada yang tahun baruan. Jadi, kalau kami melihat puncaknya, itu sebenarnya di H-1 Natal dan juga menyambut Tahun Baru. Habis itu tanggal 3 (Januari), tapi hampir semuanya nggak signifikan seperti H-2 atau H-3 lebaran," tutur Anne.

Baca juga artikel terkait KERETA API INDONESIA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana