Menuju konten utama

Kemenag: 99 Ribu Jemaah Haji 2025 Telah Tiba di Arab Saudi

Siskohat Kementerian Agama mencatat sebanyak 99.354 jemaah haji telah tiba di Kota Madinah, 21.497 di antaranya adalah lansia.

Kemenag: 99 Ribu Jemaah Haji 2025 Telah Tiba di Arab Saudi
Jamaah calon haji Indonesia melakukan Tawaf sebagai rangkaian umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/5/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/agr

tirto.id - Menjelang berakhirnya gelombang pertama pemberangkatan jemaah haji Indonesia 2025, proses keberangkatan masih terus dilakukan secara bertahap.

Gelombang pertama akan berakhir, Kamis (16/5/2025) hari ini. Sedangkan, gelombang kedua direncanakan mulai diberangkatkan, Sabtu (17/5/2025).

Berdasarkan pantauan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI, hari ini pukul 08.40 WIB, sebanyak 99.354 jemaah haji telah tiba di Kota Madinah. Dari jumlah itu, 21.497 di antaranya adalah lansia.

Jumlah jemaah haji yang sudah tiba di Madinah ini mencakup 255 kloter atau 48,57 persen dari total 525 kloter yang direncanakan akan melangsungkan ibadah tahun ini. Jika melihat dari total kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 203.320 orang, maka progres keberangkatan saat ini sudah mencapai hampir setengah dari total keseluruhan yaitu sebanyak 48,87 persen.

Sementara itu, gelombang pertama jemaah haji yang telah berada di Madinah lebih dulu mulai bergerak ke Makkah sejak 10 Mei 2025. Adapun jumlah jemaah yang sudah tiba di Makkah yakni sebanyak 36.202 orang dengan berasal dari 93 kelompok terbang alias kloter.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, mengatakan penempatan jemaah haji Indonesia di Makkah dilakukan berbasis pada Syarikah, bukan kelompok terbang (kloter). Dia menyebut pendekatan ini bertujuan agar proses mobilisasi dan layanan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berjalan optimal.

“Penempatan jemaah berbasis Syarikah di Makkah pada tahun ini, sangat urgen dan penting untuk menyukseskan layanan jemaah saat puncak haji di Armuzna. Penempatan jemaah haji Indonesia di Makkah berbasis syarikah mempertimbangkan proses pergerakan dan layanan kepada jemaah saat di Armuzna,” sebut Muchlis M Hanafi di Madinah, dikutip dalam keterangan tertulis Jumat.

Untuk tahun ini, kata Muchlis, ada delapan Syarikah yang melayani jemaah haji Indonesia, yaitu: Al-Bait Guest yang melayani 35.977 jemaah, Rakeen Mashariq (35.090), Sana Mashariq (32.570), Rehlat & Manafea (34.802), Alrifadah (20.317), Rawaf Mina (17.636), MCDC (15.645), dan Rifad (11.283).

Selain itu, dia mengatakan bahwa jemaah haji Indonesia diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama, jemaah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Untuk jemaah haji yang berangkat pada gelombang kedua, mereka akan mendarat di Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah.

“Layanan di Makkah berbasis Syarikah ini linear dengan pola pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina, serta layanan di dalamnya. Sehingga pengelompokkan berbasis Syarikah ini penting dalam rangka menyukseskan pelaksanaan puncak haji di Armuzna,” tutur Muchlis.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama