Menuju konten utama

Kapan Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka? Simak Jadwalnya

Cek perkiraan jadwal pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 berdasarkan acuan tahun lalu. Berikut lini masa dan alur daftarnya di portal SSCASN BKN.

Kapan Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka? Simak Jadwalnya
Ilustrasi Sekolah Kedinasan. foto/https://dikdin.bkn.go.id/

tirto.id - Pendaftaran seleksi Sekolah Kedinasan (Sekdin) 2026 mulai ramai dicari calon pendaftar menjelang pertengahan tahun ini. Simak perkiraan jadwal pembukaan, syarat masuk, hingga alur pendaftarannya berdasarkan acuan tahun lalu.

Sekolah kedinasan merupakan perguruan tinggi yang dikelola langsung oleh kementerian atau lembaga pemerintah RI. Jalur ini menjadi pilihan terfavorit bagi lulusan SMA/SMK sederajat karena menawarkan sistem ikatan dinas yang menjamin lulusannya langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis tanggal resmi pembukaan seleksi untuk tahun ini. Namun jika mengacu pada lini masa tahun lalu, pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 diperkirakan akan mulai dibuka pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026 melalui portal terintegrasi SSCASN BKN di situs dikdin.bkn.go.id.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seleksi Sekdin akan terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu instansi militer (seperti Akmil dan Akpol), semi-militer (seperti STIN dan STMKG), serta non-militer (seperti PKN STAN dan Politeknik Statistika STIS).

Karena proses seleksi dilakukan secara online dan dikenal sangat kompetitif, calon pendaftar diimbau untuk mulai mencermati syarat batas usia, tinggi badan, hingga mempersiapkan dokumen administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan rapor sejak jauh hari.

Kapan Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka?

Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal pasti pembukaan pendaftaran seleksi Sekolah Kedinasan (Sekdin) 2026. Hal ini membuat calon pendaftar harus lebih bersabar menunggu rilis resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta instansi terkait.

Meski demikian, kamu tidak perlu khawatir kehilangan arah untuk mulai mencicil persiapan. Calon pelamar dapat melihat perkiraan jadwal dan lini masa pelaksanaan seleksi tahun ini dengan mengacu pada pola penerimaan tahun lalu, yakni pada seleksi Sekdin 2025.

Sebagai gambaran, pada seleksi tahun 2025 lalu, pengumuman resmi dari pemerintah baru dirilis pada tanggal 28 Juni hingga 12 Juli. Sementara itu, proses pendaftaran daring bagi para peserta dibuka mulai tanggal 29 Juni sampai dengan 18 Juli 2025.

Jika mengacu pada lini masa tahun lalu tersebut, maka pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 diprediksi akan kembali dibuka pada pertengahan tahun, sekitar akhir Juni hingga Juli 2026. Namun, jadwal ini sifatnya sekadar estimasi dan tetap menunggu keputusan final pemerintah.

Selain memantau jadwal perkiraan, kamu juga perlu memahami alur besar pendaftarannya. Proses seleksi Sekdin dilakukan secara terpusat dan terintegrasi secara daring melalui portal resmi SSCASN Sekolah Kedinasan di situs dikdin.bkn.go.id.

Alur pendaftaran tersebut dimulai dari pembuatan akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tervalidasi Dukcapil. Setelah itu, pelamar melakukan login, memilih satu sekolah kedinasan tujuan, melengkapi biodata, serta mengunggah seluruh dokumen persyaratan yang diminta.

Setelah proses pendaftaran selesai dan kartu pendaftaran dicetak, kamu harus bersiap menghadapi tahapan seleksi yang cukup panjang. Tahapan awal yang harus dilewati adalah seleksi administrasi, di mana verifikator instansi akan mengecek keabsahan berkas yang telah kamu unggah.

Pelamar yang lolos administrasi nantinya akan mendapatkan kode billing pembayaran untuk mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis komputer (CAT). Tahapan seleksi pun akan ditutup dengan ujian seleksi lanjutan dari masing-masing instansi, seperti tes kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan fisik.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH KEDINASAN atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Edusains
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Yantina Debora