tirto.id - PT Super Bank Indonesia atau Superbank berencana melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Harga penetapan awal atau book building-nya ditetapkan sebesar Rp525-695 per saham.
Adapun masa book building calon emiten ini berlangsung pada 25 November—1 Desember 2025. Sementara itu, masa penawaran umum ditetapkan pada 10—15 Desember 2025 dan masa penjatahan pada 15 Desember 2025.
Nantinya, saham Superbank akan melantai atau melakukan IPO di BEI pada 17 Desember 2025 dengan kode sahamnya yakni SUPA. Superbank mengincar dana segar mencapai Rp3,06 triliun.
IPO ini dilakukan berselang 4 tahun sejak Superbank yang sebelumnya bernama PT Bank Fama International pertama kali diakuisisi Emtek Group pada Desember 2021 lalu.
Lalu, siapa pemilik Superbank yang sahamnya akan melantai di BEI pada 17 Desember 2025 mendatang? Simak informasi beserta sejarahnya berikut ini.
Siapa Pemilik Superbank & Sejarahnya
Saat ini Superbank dipimpin oleh Tigor Siahaan. Ia merupakan bankir kawakan yang telah berkarier lebih dari 30 tahun di industri perbankan.
Tigor dipercaya sebagai Presiden Direktur Superbank sejak Januari 2022. Tepatnya yakni sejak Superbank diakuisisi Emtek Group dan masih menggunakan nama Bank Fama International.
Tigor Siahaan sebelumnya membangun karier perbankannya di Citibank Indonesia selama 20 tahun sebagai Management Associate pada 1995 dengan jabatan terakhir sebagai CCO sejak tahun 2011-2015. Dirinya merupakan orang Indonesia pertama yang sukses menempati jabatan puncak di bank global asal Amerika Serikat tersebut.
Sebelum dikenal menjadi Superbank, bank ini bernama PT Bank Fama International yang berdiri di Bandung pada 1993. Kemudian, pada 2023, Bank Fama resmi menjadi Superbank dan memindahkan kantornya ke Jakarta.
Pada akhir 2021, Superbank memasuki era baru ketika menjadi bagian dari Emtek Group, diikuti oleh Grab dan Singtel pada awal 2022 dan KakaoBank pada 2023 sebagai bagian dari konsorsium.
Pada 2024, Superbank semakin memperkuat posisinya dengan meluncurkan berbagai produk tabungan serta pinjaman inovatif. Hal ini untuk membantu nasabah mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.
Misi Superbank yakni memperluas akses kredit bagi nasabah ritel dan UMKM, memberdayakan mereka yang solutif inovatif, dan mengembangkan kolaborasi melalui salah satu ekosistem terluas di industri.
Produk-produknya antara lain, yakni Saku by Superbank, Celengan by Superbank, Deposito, dan Pinjaman Atur Sendiri (PAS). Tak hanya itu, Superbank bersama OVO juga telah meluncurkan OVO Nabung yang mengubah saldo OVO pengguna menjadi saldo rekening tabungan berbunga.
Tahun 2025 ini, Superbank telah meluncurkan QRIS dan mencatatkan profit untuk pertama kalinya pada Kuartal I 2025. Kemudian, Superbank juga meraih 4 juta nasabah dalam setahun sejak peluncuran aplikasi secara luas.
Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, laba bersih Superbank tercatat sebanyak Rp60,1 miliar. Angka ini berbanding dari rugi Rp258,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait saham dapat mengakses tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id







































