tirto.id - PT Super Bank Indonesia alias Superbank mengumumkan rencana untuk melakukan initial public offering (IPO). Dalam prospektus ringkas masa penawaran awal yang ditampilkan di situs e-IPO, bank digital ini akan melepas 4,4 miliar saham atau setara 13 persen modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Calon emiten berkode saham SUPA mematok harga penawaran berkisar antara Rp525 hingga Rp695. Dengan demikian, perusahaan diperkirakan akan mengantongi dana segar sekitar Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham ini, 70 persennya akan digunakan oleh untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit Perseroan.
Sisanya, sekitar 30 persen dana hasil penawaran umum akan dialokasikan untuk belanja modal Perseroan yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2026 hingga lima tahun ke depan, guna pengembangan produk Perseroan.
"Dalam hal terdapat dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham yang belum digunakan, Perseroan akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid, sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/2015," tulis prospektus Perseroan, dikutip Tirto, Selasa (25/11/2025).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/2015, Perseroan akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham ini kepada OJK dan wajib mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum dalam RUPS tahunan Perseroan sampai dengan seluruh dana direalisasikan.
"Laporan realisasi penggunaan dana yang disampaikan kepada OJK akan dibuat secara berkala setiap 6 (enam) bulan (Juni dan Desember) sampai dengan seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham ini telah direalisasikan," tulisnya.
Sebelumnya PT Super Bank Indonesia atau Superbank enggan menanggapi kabar terkait rencana pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) yang senter terdengar bakal dilakukan pada 11 Desember 2024. Adapun, kabar ini terungkap setelah halaman depan prospektus awal Superbank tersebar ke publik.
“Superbank tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar,” ujar Juru Bicara Superbank, saat dihubungi Tirto, Jumat (7/11/2025).
Alih-alih menaggapi rencana IPO, kini manajemen Superbank sedang fokus untuk menjaga kinerja Perusahaan agar tetap kuat.
“Melalui solusi keuangan inovatif, pertumbuhan jumlah nasabah, serta kolaborasi dengan ekosistem terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia,” tambahnya.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































