tirto.id - Kapan musim hujan 2026 berakhir? Pertanyaan ini mulai ramai dicari masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H yang identik dengan tradisi mudik Lebaran. Apakah pada periode puncak arus mudik tersebut wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan lebat? Bagaimana prediksi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)?
Memahami pola cuaca menjadi sangat krusial bagi pemudik tahun ini. Pasalnya, Idulfitri 1447 H akan bertepatan dengan 20 Maret 2026 untuk kalangan Muhammadiyah, dan kemungkinan 21 Maret 2026 untuk NU dan yang mengikuti hasil sidang isbat Kemenag RI. Pada saat tersebut, ada potensi beberapa wilayah masih berada dalam puncak musim hujan yang dibarengi dengan fenomena transisi (pancaroba).
Di Indonesia, musim hujan biasanya berlangsung pada periode akhir tahun hingga awal tahun. Namun, menjelang berakhirnya siklus ini, intensitas dan volume hujan sering kali justru mengalami peningkatan yang signifikan. Fenomena ini penting diketahui masyarakat yang berencana melaksanakan tradisi mudik Lebaran 1447 H. Pasalnya, mobilitas tinggi di jalur darat, laut, maupun udara sangat bergantung pada cuaca yang stabil.
Terkait pembaruan informasi cuaca, merujuk pada laporan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) November 2025, BMKG memproyeksikan bahwa musim hujan kali ini ditaksir akan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya akibat pengaruh La Nina.
Lantas kapan musim hujan 2026 berakhir? Bagaimana prakiraan cuaca saat mudik Lebaran 1447 H? Simak ringkasan prediksi BMKG berikut.
Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? Cek Prediksi BMKG
Berdasarkan laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026 yang dimutakhirkan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim hujan hingga Maret 2026. Hal ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah yang diprediksi bertahan hingga awal tahun.
Meskipun musim hujan masih mendominasi, fase pelemahan La Nina akan mulai terjadi pada Maret dan diprediksi berakhir pada April 2026. April akan menjadi masa transisi menuju awal musim kemarau di beberapa wilayah.
BMKG mencatat bahwa sekitar 16,3% wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April 2026, meliputi sebagian Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), juga sebagian Kalimantan dan Sulawesi
Namun, masyarakat perlu waspada terhadap potensi fenomena El Nino yang diprediksi muncul pada pertengahan tahun. Jika terjadi, musim kemarau 2026 berpotensi menjadi "Bawah Normal", yang berarti cuaca akan terasa jauh lebih kering dan panas dari rata-rata biasanya, dengan puncak kemarau diprediksi pada Agustus 2026.
Perkiraan Cuaca Mudik Lebaran di Jawa, Sumatra, & Kalimantan
Menjelang Idulfitri 1447 H, BMKG mengeluarkan proyeksi cuaca khusus untuk mendukung keselamatan Angkutan Lebaran. Mengutip rilis resmi BMKG (5/3/2026), kondisi atmosfer selama periode mudik masih dalam pemantauan ketat karena adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa titik jalur utama.
Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, menyebut bahwa kondisi cuaca pada saat periode mudik Lebaran berlangsung masih perlu diwaspadai, terutama pada paruh pertama Maret 2026. Meskipun secara umum cuaca selama periode Lebaran didominasi hujan ringan dan sedang, BMKG memberikan imbauan waspada mengenai potensi hujan lebat di beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua Pegunungan.
“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan, serta senantiasa menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas selama periode Angkutan Lebaran,” ujar Kepala BMKG.
Dalam hal ini, BMKG membagi proyeksi kondisi cuaca untuk periode 1-31 Maret 2026 ke dalam tiga fase. Pertama, pada rentang 1-10 Maret 2026 sebagian wilayah Indonesia diprediksi akan didominasi hujan ringan-sedang. Berikutnya, periode kedua pada 11-20 Maret dan ketiga pada 21-31 Maret cuacanya diprediksi cenderung masih didominasi hujan ringan hingga sedang.
Namun, dalam periode kedua hingga ketiga, potensi hujan lebat kian meningkat melanda sejumlah wilayah Indonesia, seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan.
Berkaitan dengan kondisi hujan yang masih mengguyur di bulan Maret, BMKG memperingatkan soal potensi banjir pesisir (rob) yang dipicu oleh kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret dan fase Perigee pada 22 Maret. Akibat munculnya fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Bagi Anda yang ingin mudik aman pada periode Lebaran 2026, pantau terus aplikasi InfoBMKG untuk peringatan dini cuaca secara real-time. Hindari pula berkendara saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang. Bagi pemudik jalur laut, perhatikan tinggi gelombang yang dirilis melalui portal maritim BMKG.
Anda dapat mengikuti perkembangan soal Lebaran 2026 melalui tautan berikut ini yang berisi rekomendasi artikel terbaru Tirto.id.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































