Menuju konten utama

Kapan Minggu Adven 2025 dan Apa Warna Liturginya?

Adven adalah momen persiapan diri serta penantian akan kedatangan Yesus Kristus. Simak di sini kapan Minggu Adven 2025 dimulai, & warna liturginya.

Kapan Minggu Adven 2025 dan Apa Warna Liturginya?
Putri Altar atau Misdinar berjalan saat Misa Malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (24/12/2023).ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Umat Katolik akan memasuki masa Adven, yang disebut sebagai Minggu Adven I, pada Minggu 30 November 2025. Momen ini merupakan persiapan menyambut kelahiran Yesus Kristus pada Hari Raya Natal.

Kata Adven sendiri berasal dari kata Latin "adventus". Ini juga bisa disebut sebagai masa penantian dan persiapan empat minggu sebelum Natal yang diawali dengan Minggu Adven pertama dan diakhiri Minggu Adven keempat.

Laman Calendarr menulis, asal-usul pasti Adven sendiri sebenarnya tidak diketahui, catatan tentang momen ini sejatinya telah ada sejak setidaknya tahun 480. Menurut Santo Gregorius dari Tours, Adven diperkenalkan pada abad ke-5 oleh Uskup Perpetuus, dan awalnya merupakan periode puasa yang berlangsung dari 11 November hingga Hari Natal, dan juga dikenal sebagai Puasa Kelahiran.

Namun, seiring berjalannya waktu, puasa tidak lagi wajib, dan berubah menjadi perayaan opsional selama musim Adven. Hanya umat Kristen yang sangat taat yang berpuasa sepanjang Adven. Sementara sebagian lain berpuasa beberapa hari sebelum Natal.

Lantas, apa makna Minggu Adven?

Makna Minggu Adven

Menurut laman OFM Indonesia, “Adven” berasal dari kata Latin "adventus" atau bahasa Yunaninya, "parousia", yang berarti kedatangan. Ini merupakan masa yang dipusatkan pada kedatangan Kristus sebagai Mesias dan Raja.

Oleh karena itu, berbagai bacaan Alkitab yang dipilih pada masa Adven ini memuat kitab-kitab Perjanjian Lama yang menggambarkan kedatangan Mesias dan pada Perjanjian Baru tentang kedatangan Yesus kembali sebagai Hakim yang mengadili semua bangsa. Berbagai bacaan Alkitab tentang kisah Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus juga kerap dibacakan.

Sebagai momen persiapan kelahiran Kristus, maka tidak mengherankan bila masa Adven diletakkan di pembukaan tahun liturgi. Namun, Adven bukanlah bagian dari perayaan masa Natal. Oleh karena itu Gereja Katolik umumnya tidak menyanyikan lagu-lagu Natal atau menggunakan bacaan Natal sebelum perayaan Natal itu sendiri.

Momen persiapan pada masa Adven ini lebih kepada persiapan batin untuk mengarahkan hati kepada kehendak Tuhan. Pada masa Adven, umat Kristen dianjurkan untuk merenungkan berbagai bacaan dalam Alkitab, sambil menantikan kedatangan Sang Juru Selamat, yaitu Allah Putera yang menjelma menjadi manusia.

Sebagai lambang persiapan batin menyambut kelahiran Yesus Kristus pada hari Natal, maka selama empat minggu Masa Adven di gereja dipasang ‘lingkaran Adven’ dengan empat lilin yang setiap minggunya dinyalakan satu. Kemudian pada minggu keempat Masa Adven, lilin tersebut akan dinyalakan semuanya.

Namun, pada masa Reformasi, banyak gereja Protestan yang tidak lagi menerapkan perayaan dan masa-masa liturgis momen Adven yang ditetapkan oleh Gereja Katolik. Walaupun demikian, masih ada juga gereja-gereja Protestan yang mempertahankan masa Adven, contohnya, gereja Anglikan.

Dewasa ini gereja-gereja non-Katolik ada yang kembali mulai memperingati Adven, seperti Lutheran, Methodist, dan Presbyterian, atau gereja-gereja lainnya yang mulai memasukkan Adven dalam perayaan ibadah mereka dalam kadar dan cara yang berbeda-beda.

Namun, memang secara umum, dapat dilihat bahwa gereja-gereja Protestan kebanyakan menganggap Adven sebagai “perayaan awal” Natal, sedangkan bagi Gereja Katolik Adven adalah masa persiapan menuju hari Natal.

Kapan Minggu Adven 2025 Dimulai?

Menurut laman Calendarr, musim Adven 2025 dimulai pada hari Minggu, 30 November, dan berakhir pada Rabu, 24 Desember. Antara tanggal tersebut, banyak umat Kristiani yang menghabiskan waktu untuk mempersiapkan diri, tidak sekadar persiapan batin, namun juga persiapan secara fisik, mulai dari menghias rumah untuk Hari Natal, hingga mempersiapkan berbagai belanjaan Natal untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat dengan meriah.

Durasi Adven sendiri berubah setiap tahun, karena Minggu pertama Adven adalah hari raya yang tidak tetap, sementara Hari Natal sendiri tetap pada tanggal yang sama tiap tahunnya. Adven selalu dimulai pada Minggu terdekat dengan Hari Santo Andreas Rasul (30 November) dan secara resmi berakhir pada Malam Natal.

Masa Adven terdiri dari empat hari Minggu, dan setiap hari Minggu mewakili sebuah tema dalam perjalanan menuju Natal. Tema-tema ini sering ditafsirkan melalui Kitab Suci, doa, serta renungan tentang harapan, kedamaian, sukacita, dan kasih.

Warna Liturgi Minggu Adven

Menurut laman Boston Chatolic, warna liturgi Minggu Adven adalah ungu atau violet. Warna ini membantu umat Kristiani mengingat bahwa umat sedang mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus. Selain Adven, warna ungu juga digunakan pada masa Prapaskah yang merupakan musim tobat, penyesalan, dan pembaruan diri.

Pada Minggu Adven, gereja akan dihias dengan nuansa ungu. Selain itu, para Imam juga akan mengenakan jubah berwarna ungu. Namun, di masa lalu, warna liturgi pada masa Adven adalah hitam. Warna ini melambangkan perasaan penebusan dosa yang menyertai persiapan untuk Natal.

Baru pada tahun 1963, dalam Konsili Vatikan II, semangat Adven berubah dari sekadar berpuasa dan pertobatan menjadi harapan, kegembiraan, dan antisipasi akan "Kedatangan Kedua Yesus Kristus".

Ingin membaca artikel Tirto lainnya seputar Natal 2025? Jika iya, silakan cek tautan berikut: Link Kumpulan Artikel Natal 2025

Baca juga artikel terkait NATAL 2025 atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Edusains
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Iswara N Raditya & Lucia Dianawuri