Menuju konten utama

Kabar Iran Hari Ini: Mojtaba Khamenei Nyatakan Kemenangan Rakyat

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan kemenangan rakyat Iran atas perlawanan dengan AS dan israel. Namun, risiko perang masih ada.

Kabar Iran Hari Ini: Mojtaba Khamenei Nyatakan Kemenangan Rakyat
Foto arsip 31 Mei 2019 menunjukkan putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menghadiri demonstrasi untuk memperingati Hari Yerusalem di Teheran. (Photo by Morteza Nikoubazl via Reuters Connect)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan kemenangan Teheran atas perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan itu disampaikan Mojtaba pada Kamis (9/4/2026).

"Hari ini ... dapat dengan berani dinyatakan bahwa kalian, rakyat Iran yang heroik, telah menjadi pemenang mutlak di arena [perang] ini," kata Mojtaba, dinukil dari media semi-resmi Iran, Tasnim.

Tasnim tak memberikan informasi detail tentang kondisi terbaru Mojtaba maupun dari mana ia mengirimkan pesan tersebut. Namun, media semi-resmi Iran itu menyatakan bahwa pesan itu dirilis dalam peringatan 40 hari kematian eks pemimpin tertinggi Iran yang tewas terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei.

Mojtaba lalu menyebut bahwa pemerintahannya akan bekerja untuk mencapai tujuan berupa tercapainya "Iran yang lebih kuat". Ia menyerukan persatuan nasional meskipun Teheran dan Washington telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Dalam keterangannya itu, Mojtaba juga kembali menekankan seruan kepada negara-negara Arab di kawasan Teluk, yakni untuk "berdirilah di tempat yang tepat" dan menjauh dari "janji palsu orang jahat".

Seruan bagi negara Arab di Teluk untuk meninggalkan AS sebelumnya diumumkan para pejabat Iran selama perang yang pecah sejak 28 Februari lalu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan pujian kepada Pakistan atas upayanya sebagai mediator kesepakatan gencatan senjata. Araghchi dilaporkan menyampaikan hal tersebut dalam sambungan telepon dengan Jenderal Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir pada Rabu (8/4).

Dalam kesempatan itu, Araghchi dilaporkan telah menyampaikan pujian Iran kepada Pakistan karena telah "membantu mengakhiri perang agresi AS-Israel" dan memperkuat perdamaian kawasan. Araghchi juga menyebut perlunya menjaga koordinasi untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan.

Iran Bersiap dengan Skenario Apa Pun Soal Perang Iran

Media semi-resmi Iran, Tasnim, juga merilis laporan tentang posisi Iran dalam kelanjutan perang dengan AS dan Israel pada Jumat (10/4). Menurut sumber yang tidak disebutkan identitasnya, Teheran dilaporkan siap dengan skenario apa pun tentang perang.

Menurut sumber tersebut, Teheran telah siap apabila "Amerika Serikat dan para mitranya mematuhi gencatan senjata" yang telah tercapai. Ia juga menyebut Teheran siap untuk menyetujui kesepakatan lanjutan dengan AS selama itu memuaskan bagi Iran.

Akan tetapi, sumber tersebut menyatakan Teheran juga siaga merespons apabila gencatan senjata dilanggar atau kesepakatan lanjutan tidak tercapai dengan AS. Menurutnya, jika itu terjadi, "kepentingan AS di seluruh kawasan akan terancam seperti pada masa sebelum gencatan senjata".

Sumber Tasnim itu menyebut bahwa Teheran telah menimbang potensi AS akan menghalangi tercapainya kesepakatan lebih lanjut. Hal ini, katanya, termasuk "mempertahankan Israel di arena perang melawan Iran dan Lebanon".

Sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran sempat memicu ambiguitas tentang apa saja kesepakatan yang telah disepakati kedua pihak tersebut.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dalam pengumuman tercapainya kesepakatan gencatan senjata menyebut bahwa perjanjian ini turut berlaku di Lebanon, tempat Israel sedang melakukan invasi di wilayah perbatasan.

Akan tetapi, PM Israel membantah bahwa Lebanon termasuk dalam bagian kesepakatan. Tak lama setelahnya, Lebanon diserang Israel dalam skala besar-besaran. Hanya dalam kurun waktu 10 menit pada Rabu, Israel menargetkan 100 titik di Lebanon, menyebabkan setidaknya 254 orang terbunuh dan ribuan lain terluka.

Di pihak lain, AS mendukung bantahan Israel. Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt dan Wakil Presiden AS JD Vance membuat pernyataan terpisah untuk menyebut Lebanon tak termasuk kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Sementara itu, sumber anonim Tasnim menyebut bahwa Teheran berpegang pada klaim bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata. Ia menyebut bahwa kesepakatan dengan AS harus mencakup Iran dan Poros Perlawanan, poros aliansi Iran dengan kelompok bersenjata macam Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman.

Menurut sumber tersebut, Teheran menginginkan "kesepakatan yang menguntungkan Iran dan Poros Perlawanan."

"Jika tidak, AS dan Israel akan kembali menjadi sasaran," katanya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar