Menuju konten utama

Jet AS Tembak Jatuh Drone Iran, Tanda Perang AS vs Iran?

Jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh drone milik Iran yang mendekati kapal induk, di kala perundingan kedua negara saat ini sedang berlangsung

Jet AS Tembak Jatuh Drone Iran, Tanda Perang AS vs Iran?
Gambar selebaran yang dirilis oleh Kantor Angkatan Darat Iran pada tanggal 13 Januari 2025 menunjukkan sistem pesawat nirawak (UAS), yang umumnya dikenal sebagai pesawat tanpa awak, yang diserahkan kepada Angkatan Darat Iran oleh Kementerian Pertahanan negara tersebut, dalam sebuah upacara di Teheran. (Foto oleh Kantor Angkatan Darat Iran / AFP)

tirto.id - Sebuah drone milik Iran ditembak jatuh oleh pesawat jet tempur milik Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/2/2026). Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), pesawat tanpa awak itu ditembak setelah mencoba mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.

CENTCOM mengklaim bahwa drone milik Iran yang ditembak jatuh itu "mendekati secara agresif" kapal induk Abraham Lincoln. CENTCOM juga menyebut drone itu terbang dengan tujuan tidak jelas.

Drone yang ditembak jatuh diduga merupakan pesawat tak berawak jenis Shahed milik Iran. Pesawat ini dilaporkan memiliki kemampuan serang satu arah jarak jauh dan bisa membawa lebih dari 45 kg bahan peledak.

Drone Mendekati Kapal Induk Tanpa Tujuan

Dalam klaimnya, militer AS mengaku drone Iran secara aktif mendekati pasukan Amerika, di saat pasukan itu disebut telah melakukan de-eskalasi.

"Pesawat tak berawak Iran terus terbang menuju kapal tersebut meskipun ada tindakan de-eskalasi yang diambil oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional," kata CENTCOM dikutip ABC News, Rabu (4/1/2026)

Sementara itu, mengutip Anadolu, media yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Tasnim, mengonfirmasi drone itu sebagai Shahed-129. Dalam laporan Tasnim, drone itu disebut tengah melakukan "misi rutin dan legal" guna memantau perairan internasional.

Tasnim juga mengonfirmasi bahwa drone itu milik IRGC, dan "berhasil mengirimkan gambar pengintaian dan pemantauannya ke pusat kendali" sebelum hilang kontak.

Pada hari yang sama, sebuah kapal perusak dan pesawat milik militer AS juga dilaporkan datang membantu sebuah kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz. CENTCOM mengklaim kapal tanker itu diganggu oleh kapal-kapal kecil Iran dan sebuah drone ketika transit.

Menurut CENTCOM, kapal tanker itu bernama M/V Sterna Imperative. Dalam kronologi versi AS, kapal perusak dan pesawat Amerika datang ke lokasi ketika kapal tanker itu didekati oleh dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer.

"[Pesawat Iran] mengancam akan menaiki dan menyita kapal tanker itu," tulis keterangan CENTCOM.

Perundingan AS-Iran Tetap akan Berjalan

Meskipun terjadi insiden terkait drone dan kapal tanker pada Selasa, perundingan AS dan Iran dilaporkan tak terganggu karenanya. Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, jadwal perundingan tetap berlaku.

"Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus [Steve] Witkoff, dan perundingan ini, hingga saat ini, masih dijadwalkan," katanya pada Selasa (3/2/2026).

Hal serupa juga disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Rabu (4/2). Dalam keterangan yang dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA, Baqaei menyatakan bahwa penentuan lokasi dan jadwal perundingan sejauh ini tak terganggu.

Pada Selasa, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menulis di akun X miliknya bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah diinstruksikan untuk membuka ruang dialog dengan AS.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan syarat adanya lingkungan [dialog] yang memadai — yang bebas dari ancaman dan keinginan tak masuk akal — untuk melakukan negosiasi yang adil dan merata, yang dipandu oleh prinsip-prinsip martabat, kehati-hatian, dan kelayakan," tulis Pezeshkian.

Baca juga artikel terkait ANCAMAN INVASI TRUMP atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar