Menuju konten utama

Hoaks, Snack Luppo Produk Israel Mengandung Pil Kelumpuhan

Faktanya produk Luppo adalah produk perusahaan asal Turki. Tidak ada bukti bahwa pil dalam video merupakan bagian dari Luppo atau dapat sebabkan kelumpuhan.

Hoaks, Snack Luppo Produk Israel Mengandung Pil Kelumpuhan
Periksa Fakta Jajanan Merk Luppo. foto/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook menampilkan makanan ringan merek Luppo yang diklaim produk milik Israel dan mengandung pil penyebab kelumpuhan.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Ridwan Usman Marzuki” (arsip) pada Selasa (21/2/2026). Dalam video tersebut memperlihatkan seseorang membelah produk makanan ringan dan menemukan benda berbentuk bulat menyerupai tablet di dalamnya.

Video itu disertai narasi yang menyebut Luppo sebagai snack asal Israel yang mengandung pil berbahaya dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Narasi tersebut juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi produk tersebut.

Sudah masuk ke warung seluruh Indonesia. HATI HATI DENGAN JAJANAN MERK LUPPO PRODUK ISRAEL DIEKSPOR KELUAR dengan nama produk dari turki, didalamnya ada pil yang bisa bikin LUMPUH.” Begitu narasi tertulis dalam unggahan.

Dalam video juga terdengar narasi diucapkan seorang perempuan menyebutkan pil di dalam snack tersebut ditemukan ada 2 butir.

Hati-hati ya guys, ini jajanan merek Luppo nih. Anak-anak nih, jangan sampai beli kayak gini ya. Ini ada pilnya ini. Satu bungkus itu, ada dua pil di dalamnya. Nah ini. Tuh ini, satu, dua. Tuh, ada dua. Tuh, jangan sampai ya guys, anak-anak kita jajan kayak gini nih ya. Semua ditutup. Ada dua butir tuh nih guys. Luppo merek.” Begitu narasi diucapkan dalam video.

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (12/8/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 912 tanda suka, 89 komentar, dan 637 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan mempertanyakan ciri produk tersebut serta menganjurkan untuk lapor polisi.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook "Cut janiah", "Durrotul Afifah", Instagram @sanunk77, TikTok @jandadesaj,@dancegemashmuskil dan @user232612151151.a yang menampilkan video serupa dengan klaim terdapat pil penyebab lumpuh pada snack Luppo.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Periksa Fakta Jajanan Merk Luppo

Periksa Fakta Jajanan Merk Luppo. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Lebih lanjut, Tirto menelusuri klaim tersebut dengan merujuk pada klarifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Terkait isu snack krim kelapa yang disebut mengandung pil penyebab kelumpuhan, BPOM menyatakan produk yang terlihat dalam video merupakan produk asal Turki dan hanya dipasarkan di Irak.

Berdasarkan data BPOM pada saat klarifikasi, produk tersebut tidak terdaftar dan tidak beredar di Indonesia. BPOM memberikan klarifikasi sebagai berikut:

  1. Video tersebut beredar di berbagai negara dan produk yang ada dalam video diisukan beredar di berbagai negara.
  2. Berdasarkan informasi yang didapatkan Badan POM dari penjelasan di website Timur Tengah, produk berasal dari Turki dan hanya dipasarkan di Irak (Timur Tengah). Produsen produk pangan tersebut menyatakan bahwa proses produksi yang dilaksanakan telah sesuai dengan ketentuan keamanan pangan dan membantah keutuhan dan keaslian video tersebut.
  3. Berdasarkan database Badan POM, produk pangan impor tersebut tidak terdaftar di Badan POM dan TIDAK BEREDAR di Indonesia.
  4. Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar untuk melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, dalam laman Klinik Hoaks Pemerintah Provinsi Jawa Timur dituliskan laporan berjudul “Snack Luppo Mengandung Tablet Berbahaya yang Dapat Melumpuhkan”. Faktanya, klaim terkait snack Luppo yang mengandung tablet berbahaya dinyatakan sebagai hoaks. Artikel tersebut menjelaskan bahwa video kemungkinan direkam di wilayah Kurdistan, Irak Utara, bukan di Indonesia.

Faktanya, Luppo merupakan produk yang diproduksi oleh perusahaan asal Turki, Solen. Produk tersebut bukan makanan ringan yang dibuat di Israel seperti yang diklaim dalam unggahan.

Melansir laman Snopes, Solen memberikan sejumlah dokumen yang membuktikan sertifikasi keselamatan pabrik, tempat keik krim kelapa Luppo diproduksi. Inspeksi pabrik tersebut dilakukan oleh perusahaan Swiss SGS.

Belum dapat dipastikan apakah pil sengaja dimasukkan oleh pembuat video, atau produk tersebut disabotase oleh salah satu distributor, atau kemungkinan lainnya seperti dimasukkan oleh orang lain di tingkat lokal.

TurnBackHoax juga memberikan pernyataan bahwa video tersebut kemungkinan besar direkam di Kurdistan, Irak Utara. Bahasa yang terdengar di bagian akhir video disebut sebagai bahasa Kurdi. Isu tersebut diduga berkaitan dengan upaya boikot terhadap produk Turki di wilayah tersebut pada 2019.

Klaim serupa juga pernah beredar pada Oktober 2024 menyebut produk makanan ringan mengandung tablet yang melumpuhkan anak. Hasil penelusuran menyebut video tersebut bukan rekaman yang menunjukkan peredaran produk berbahaya di Indonesia.

Kesimpulan

Hasil penelusuran menunjukkan, bahwa klaim yang menyebutkan snack Luppo produk dari Israel dan mengandung pil yang dapat menyebabkan kelumpuhan bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Faktanya produk Luppo adalah produk perusahaan asal Turki, yang kemungkinan direkam di Kurdistan, Irak Utara. Tidak terdapat bukti bahwa pil dalam video merupakan bagian dari produk Luppo atau dapat menyebabkan kelumpuhan.

Produk pangan impor tersebut tidak terdaftar di Badan POM dan tidak beredar di Indonesia.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto