Menuju konten utama

Profil Guruh Soekarnoputra: Seniman dan Politikus PDIP

Guruh sejak kecil mempelajari sejumlah kesenian, termasuk tari Jawa, Sunda, dan Bali. Ia kemudian dikenal sebagai seniman dan politikus.

Profil Guruh Soekarnoputra: Seniman dan Politikus PDIP
Putra dari presiden pertama RI, Guruh Soekarnoputra, berpose di depan salah satu koleksi lukisan milik ayahnya di Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (1/7). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun, Sabtu (26/9/2026). Pria yang lahir pada 13 Januari 1953 tersebut merupakan anak bungsu Presiden pertama Soekarno dan Farmawati.

Arsip Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan (ANRI) mencatat, Guruh sejak kecil mempelajari sejumlah kesenian, termasuk tari Jawa, Sunda, dan Bali, serta bermain piano. Ia kemudian dikenal sebagai seniman dan politikus.

Dalam pendidikan formal, Guruh menempuh SD-SMP di Perguruan Cikini. Guruh kemudian melanjutkan studinya ke SMA Negeri 25 Jakarta. Setelah itu, ia mengambil kuliah jurusan Arkeologi di Amsterdam, Belanda, pada 1970-1973.

Guruh kemudian menempuh pendidikan Ilmu Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada 2005-2008 dan memperoleh gelar Sarjana Administrasi Publik.

Ia juga memperoleh gelar Magister Manajemen pada 2010 dan Magister Sains bidang Ilmu Administrasi pada 2012.

Di luar pendidikan, Guruh aktif di bidang seni. ANRI mencatat, ia mendirikan Swara Maharddhika pada 27 Maret 1977. Ia kemudian mendirikan PT Gencar Semarak Perkasa pada 1989.

Sementara itu, Guruh masuk politik elektoral melalui PDI dan terpilih menjadi anggota DPR untuk periode 1992-1997.

Setelah PDIP berdiri, ia menjadi kader partai tersebut dan kembali terpilih sebagai anggota DPR pada periode-periode berikutnya.

Dokumen DPR mencatat masa keanggotaannya di DPR berlangsung pada 1992-1997 serta 1999-2024.

Guruh meninggal dunia pada Sabtu dini hari, tepatnya pukul 04.16 WIB. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals, Semanggi, Jakarta Selatan.

“Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan dari almarhum tercinta,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Hasto mengatakan PDIP sungguh kehilangan sosok Guruh Soekarnoputra, yang dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan pejuang partai.

Hasto turut memerintahkan seluruh jajaran DPD, DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting untuk berkabung atas kepulangan Guruh Soekarnoputra dengan mengibarkan bendera PDIP setengah tiang.

“Agar mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama 7 (tujuh) hari,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait BERITA DUKA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Anggun P Situmorang