Menuju konten utama

Jepang Akan Lepas Lagi Cadangan Minyak untuk Kebutuhan 20 Hari

Jepang kembali akan melepaskan cadangan minyaknya pada bulan Mei sembari mencari sumber lain di luar negara-negara Timur Tengah.

Jepang Akan Lepas Lagi Cadangan Minyak untuk Kebutuhan 20 Hari
Sanae Takaichi berbicara saat kampanye pemilihan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP) di Tokyo, Jepang (22/9/2025). ANTARA/Xinhua-Pool/Franck Robichon/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jepang tengah berencana untuk melepaskan cadangan minyak selama 20 hari mulai bulan Mei mendatang. Keputusan ini diambil Jepang seiring masih tak menentunya situasi di Selat Hormuz.

Seturut CNA, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi baru saja meminta kabinetnya untuk memastikan pasokan minyak domestik terus stabil sembari mencari sumber impor non-Timur Tengah. Permintaan itu diutarakan Takaichi dalam rapat kabinet pada Jumat (10/4/2026).

Dalam pernyataannya, Takaichi menyebut bahwa pelepasan cadangan minyak selama 20 hari ini akan mengambil persediaan publik. Ia juga menyebut bahwa Jepang diproyeksikan dapat mengamankan lebih dari separuh impor minyaknya melalui jalur selain Selat Hormuz pada Mei.

Takaichi tak menyebut sumber impor tersebut, namun dokumen yang dirilis kementerian perindustrian pada Jumat menyebut bahwa Jepang telah mengamankan pasokan minyak dari Amerika Serikat (AS). Pasokan minyak dari AS itu disebut akan empat kali lebih tinggi daripada Mei tahun lalu.

Mei tahun lalu, jumlah impor minyak Jepang dari AS mencapai 189.000 barel per hari atau sekitar delapan persen dari total pembelian minyak mentah bulan tersebut. Para pejabat AS sebelumnya telah meminta Jepang untuk membeli lebih banyak minyak dari mereka.

Namun, AS bukan satu-satunya negara yang dihubungi Jepang untuk membeli minyak. Kementerian perindustrian Negeri Sakura itu dilaporkan telah menghubungi pemasok dari banyak negara di dunia, termasuk Malaysia, Azerbaijan, Brasil, Nigeria, dan Angola.

Takaichi menyebut bahwa pihaknya telah berupaya untuk meminta pemasok-pemasok menjual bahan bakar secara langsung ke sektor-sektor vital, seperti kesehatan, transportasi, hingga pertanian.

Jepang sebelumnya sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk. Sekitar 95 persen minyak Jepang diimpor dari Asia Barat.

Akan tetapi, Perang AS-Israel terhadap Iran telah memukul jalur distribusi minyak ke Jepang. Blokade Selat Hormuz oleh Iran membuat Jepang jadi salah satu negara yang paling terdampak.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata AS-Iran telah tercapai pada Rabu (8/4), namun blokade Iran di Hormuz masih berlaku. Lalu lintas distribusi energi via selat tersebut masih diliputi ketidakpastian.

Pada 16 Maret lalu, Jepang telah melepaskan cadangan minyak secara sepihak dan berkoordinasi dengan negara lain berdasarkan rencana untuk menyediakan minyak untuk 50 hari. Pada 6 April, Jepang melaporkan kepemilikan minyak yang cukup untuk 230 hari, termasuk 143 hari dalam persediaan publiknya.

Baca juga artikel terkait CADANGAN MINYAK atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar