Menuju konten utama

Istana soal Tuntutan Benahi Ekonomi 18 Hari: Terus Kerja Keras

Menurut Prasetyo, persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Istana soal Tuntutan Benahi Ekonomi 18 Hari: Terus Kerja Keras
Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025). Mensesneg mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah meneken surat pemberhentian Wamen Imipas Silmy Karim usai terjerat kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/sgd

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, merespons tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah (Jateng) yang meminta pemerintah membenahi kondisi perekonomian dalam waktu 18 hari.

Menurut Prasetyo, persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

“Ya kan mohon maaf ya, apa namanya tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan, kan begitu, tidak semuanya bisa seperti itu,” kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, Prasetyo menilai substansi tuntutan mahasiswa tersebut merupakan dorongan agar seluruh pihak, termasuk pemerintah, bekerja lebih keras dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

Prasetyo juga mengatakan pemerintah menghargai tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan memandangnya sebagai bentuk aspirasi yang patut diperhatikan.

“Ya, tentunya kami menerima apa namanya aspirasi tersebut ya sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah saat ini terus berupaya mengatasi berbagai persoalan ekonomi melalui koordinasi antar kementerian dan kebijakan yang saling mendukung.

“Dan beberapa hari ini kan saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita ini yang itu memang tentu tidak mudah, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor,” ujar Prasetyo.

Menurut dia, pemerintah optimistis langkah-langkah yang telah ditempuh dapat membantu mengatasi persoalan ekonomi sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.

“Tapi sekali lagi kami yakin bahwa langkah-langkah yang kami ambil dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin betul akan dapat mengatasi permasalahan ini,” tuturnya.

Sebelumnya, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah melayangkan ultimatum kepada pemerintah untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Melalui unggahan kolaborasi akun Instagram @bem_si dan @storyrakyat_, BEM SI Jateng memberi waktu 18 hari kepada pemerintah untuk menunjukkan langkah konkret dalam memperbaiki nilai rupiah. Tuntutan serupa juga disuarakan dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Semarang, Jumat (5/6/2026).

BEM SI Jateng menyatakan akan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam tenggat yang diberikan.

Baca juga artikel terkait KABINET MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto