tirto.id - Sejumlah aktivis dan influencer, seperti DJ Donny, Sherly Annavita, hingga Iqbal Damanik mengalami teror dari orang tidak dikenal. Berikut isi teror dan update informasi terbarunya.
Berdasarkan kronologinya, teror yang dialami aktivis dan influencer tersebut terjadi dalam kurun waktu berdekatan, yakni sepanjang Desember 2025.
Teror yang dilakukan kepada para korban tersebut juga beragam. Beberapa di antaranya adalah serangan digital, baik via media sosial ataupun ranah digital lainnya.
Selain serangan digital, para korban juga mengalami teror yang mengancam keselamatan, seperti pelemparan bom molotov, pengerusakan mobil, pengiriman pesan ancaman pembunuhan, hingga pelemparan benda-benda tertentu ke rumah korban.
Tak hanya itu, beberapa korban juga mengalami teror berupa kiriman bangkai hewan. Hal ini mengingatkan pada teror bangkai tikus dan kepala babi yang pernah dialami media Tempo pada Meret 2025 lalu.
Daftar Aktivis-Influencer yang Kena Teror, Kronologi, & Update-nya
Dalam keterangan yang dirilis oleh para korban, mereka menduga bahwa teror-teror tersebut berkaitan dengan kritik yang mereka layangkan terkait dengan isu bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra pada akhir November 2025.
Dugaan tersebut didasarkan pada pesan-pesan teror yang mereka terima. Pesan-pesan yang dikirimkan para peneror bernada serupa, yakni ancaman agar tidak lagi bersuara terkait bencana dan membuat konten terkait hal tersebut.
Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November lalu sendiri merupakan bencana banjir dan tanah longsor paling mematikan di Indonesia selama 2025.
Seturut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (30/12), total korban meninggal akibat bencana tersebut mencapai 1.141 orang.
Berikut daftar aktivis dan influencer yang mengalami teror pada akhir tahun 2025, kronologinya, juga update informasi terkaitnya.
1. Aktivis Greenpeace Dikirimi Bangkai
Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mengalami teror berupa kiriman bangkai ayam pada Selasa (30/12). Bangkai tersebut ditemukan di teras rumah Iqbal pada Selasa pagi.Berdasarkan kronologi yang dirilis pihak Greenpeace Indonesia, Iqbal semula mendengar suara benda jatuh di teras rumahnya pada Selasa dini hari.
Kemudian, pada Selasa pukul 05.30 WIB, anggota keluarga Iqbal menemukan bangkai ayam tak dibungkus di teras rumahnya.
Bangkai tersebut merupakan teror karena pada kaki ayam tersebut, terikat pesan bertuliskan "JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU".
Menurut Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, teror tersebut diduga berkaitan dengan kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengampanye Greenpeace.
"Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritis atas situasi Indonesia saat ini," kata Leonard, dikutip dari rilisan pers resmi Greenpeace Indonesia.
Menurut keterangan Greenpeace Indonesia, Iqbal memang belakangan gencar menayangkan unggahan di media sosial terkait banjir Sumatra dan respons pemerintah dalam penanganannya.
Menurut Greenpeace Indonesia, unggahan-unggahan Iqbal bekalangan mendapatkan respons keras dan ancaman secara massal, baik di kolom komentar maupun direct message Instagram.
Jelas Greenpeace Indonesia, hal tersebut terjadi meskipun kritik yang dilayangkan pengampanye mereka seperti Iqbal telah didasarkan pada temuan tim lapangan dan analisis akademik.
“Kritik publik, termasuk pengkampanye kami, terhadap cara pemerintah menangani banjir Sumatera ini sebenarnya lahir dari keprihatinan dan solidaritas terhadap para korban. Apalagi di balik banjir Sumatera ini ada persoalan perusakan lingkungan, yakni deforestasi dan alih fungsi lahan yang terjadi menahun, yang terjadi atas andil pemerintah juga," tutur Leopard.
Greenpeace Indonesia sendiri menyatakan sikap terkait teror ini melalui akun Instagram resminya pada Selasa lalu.
"Upaya teror tak akan membuat kami gentar. Greenpeace akan terus bersuara untuk pelindungan lingkungan, keadilan iklim, HAM, dan demokrasi," bunyi pernyataan sikap mereka.
2. Mobil Sherly Annavita Dirusak
Teror juga dialami influencer Sherly Annavita. Teror yang dialami influencer asal Aceh ini terjadi antara Senin (29/12) malam dan Selasa (30/12) dini hari.Sherly membagikan kronologi teror yang dialaminya pada Selasa, menyebut bahwa ia mengalami teror berupa pengerusakan mobil pribadi, pelemparan telur busuk, hingga pengiriman pesan bernada ancaman.
Sebelum teror pengerusakan mobil dan pelemparan benda ke rumahnya, Sherly menuturkan bahwa dirinya lebih dulu mengalami teror berupa pesan-pesan ancaman di media sosialnya.
"Sebelumnya beruntun dan serempak dm-dm ancaman ke no pribadi dan medsos dari akun-akun bodong ... bisa dibilang masif dan sangat sulit dibilang tidak diorkestrasi," tulis Sherly di Instagram.
Kemudian, antara Senin malam dan Selasa dini hari lalu, mobil Sherly dirusak dengan cat semprot oleh orang tidak dikenal. Mobil pribadinya digambar mirip kepala manusia dengan tanda silang di mulutnya.
Selain itu, rumahnya juga dilempari satu kantung telur busuk dan sebuah kertas berisi pesan ancaman bertuliskan:
SHERLY....!!!!!! JGN KAU MAANFAATKAN BENCANA DI ACEH UNTUK MENCARI POPULARITAS MURAHAN DAN UNTUK MENAMBAH CUAN BUAT KAMU PRIBADI JGN KAMU MENGIRING OPINI SESAT
Dalam keterangannya, Sherly menduga teror ini berkaitan dengan aktivitasnya ketika memberikan pandangan terkait penanganan bencana banjir Sumatra di sejumlah acara televisi.
"Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly ... ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV terkait bencana di Sumatera," tulisnya.
Padahal, jelas Sherly, pandangan-pandangan yang ia bagikan terkait bencana Sumatra ia sebut berasal dari kecintaannya terhadap bangsa, tidak berangkat dari kebencian terhadap sosok presiden.
Terlebih, Sherly menuturkan bahwa ia terlibat dalam kampanye Prabowo di pemilu-pemilu sebelum 2024 lalu.
"Kalaupun sekarang Sherly berbeda pendapat dengan pemerintah dan Pak Presiden terkait penanganan bencana atau lainnya, itu Sherly pastikan bukan karena kebencian. Tapi justru karena rasa sayang aan bangsa." tulisnya.
3. Rumah DJ Donny Dilempari Bom Molotov dan Bangkai Hewan
Pemusik Ramond Dony Adam atau yang dikenal sebagai DJ Donny juga mengalami teror pada bulan Desember 2025. Dalam kronologi yang ia bagikan, influencer ini menuturkan bahwa teror terhadapnya terjadi bertubi-tubi.Pertama, Dony menerima teror berupa kiriman paket berisi bangkai ayam dengan bagian kepala yang terpotong. Paket ini diterima oleh influencer tersebut pada Senin (29/12) malam.
Dalam paket tersebut, terdapat kertas dengan pesan bernada ancaman keselamatan terhadap dirinya jika masih bersuara.
"JAGA MULUTMU! TERUTAMA DI MEDSOS. JANGAN PECAH BELAH BANGSA ATAU KAMU AKAN JADI SEPERTI AYAM INI!!!" tulis pesan pada bangkai tersebut.
Dua hari berselang, pada Rabu (31/12) dini hari, Dony kembali mengalami teror. Kali ini rumahnya dilempari bom molotov oleh orang tidak dikenal.
Berdasarkan rekaman CCTV di rumah Dony, tampak dua orang mengenakan jaket dan masker melempar bom molotov tersebut kemudian lari tunggang langgang.
Menurut keterangan Dony, lemparan bom tersebut mengenai mobil pribadinya namun untungnya api bom molotov tidak berkobar karena mati sebelum mengenai mobilnya.
Dony sendiri kini telah mengajukan laporan teror yang dia terima ke Polda Metro Jaya pada Rabu siang. Menurutnya, aksi teror ini perlu dilaporkan karena sudah pada taraf membahayakan warga sekitar.
Sebelum mengalami teror, Dony sendiri merupakan salah satu influencer yang dikenal vokal terkait penanganan bencana Sumatra.
4. Aktor Yama Carlos Diteror Paket COD Fiktif
Aktor dan model Hamba Ramanda atau yang lebih dikenal sebagai Yama Carlos juga mendapatkan teror akibat video parodi yang ia buat.Melalui akun Instagram pribadinya, pemeran film Kereta Berdarah (2024) itu menjelaskan bahwa ia mengalami serangan digital, dari peretasan nomor telepon hingga pesanan paket fiktif.
"Bukan hanya saya yang kena teror, tapi teman saya juga kena teror, ibunya teman saya juga kena teror," kata Yama melalui unggahan Instagram pada Senin (29/12).
Menurutnya, nomor telepon ibu teman Yama diretas. Si peretas lalu meminta Yama untuk menghapus video parodi yang ia buat jika ingin nomor tersebut kembali.
"Video sudah saya take down [ditarik dari medsos], dan langsung nomor ibunya dikembalikan saat itu juga," katanya.
Selain teror tersebut, Yama juga menuturkan bahwa dalam periode waktu yang singkat, ia menerima pesan dari kurir dan toko online yang mengaku mendapat pesanan bayar di tempat (COD) dari Yama dan keluargana.
Pesanan itu dilakukan tanpa sepengetahuan Yama, juga dialamatkan pada lokasi yang bukan rumah Yama.
"Jadi kalau misalnya teror melalui barang COD ini enggak berhenti-berhenti juga, saya mohon izin kepada diduga pelaku yang meneror saya dan istri saya untuk menindaklanjuti ini ke ranah hukum," tuturnya.
Sementara itu, dalam video parodi yang dimaksud para peneror tersebut adalah sebuah video yang memperlihatkan Yama sedang berperan sebagai seorang berbadan tegap dan berkemeja putih.
Dalam video itu, Yama berperan sedang menjelaskan kinerja pemerintah dalam penanganan bencana, menyebut bahwa pemerintah telah bekerja untuk menangani dampak bencana.
5. Serangan Digital ke Virdian Aurellio
Sebelumnya, teror juga sempat dialami oleh influencer Virdian Aurellio. Pada 20 Desember 2025 lalu, Virdian mengungkapkan telah mengalami serangan digital berupa peretasan.Dalam keterangan yang dibagikan Virdian di Instagram, akun WhatsApp milik adiknya diambil alih orang tidak dikenal, sehingga tidak bisa diakses.
Selama tidak bisa mengakses akun miliknya itu, nomor WhatsApp adik Virdian mengirimkan video-video porno ke sejumlah grup. Upaya peretasan serupa juga sempat terjadi ke sejumlah anggota keluarganya yang lain, namun gagal.
Tak hanya itu, teman-teman Virdian juga menerima banyak pesan berisi pesan menjelek-jelekkan Virdian. Pesan-pesan itu dikirim oleh orang tidak dikenal.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id

































