Menuju konten utama

Iran War: Uni Emirat Dihujani Rentetan Rudal & Drone dari Iran

Uni Emirat Arab mengatakan rentetan serangan rudal hingga drone terjadi di wilayahnya dan menuding pelakunya adalah Iran. Di sisi lain, Iran membantahnya.

Iran War: Uni Emirat Dihujani Rentetan Rudal & Drone dari Iran
Gambar selebaran yang dirilis oleh Kantor Angkatan Darat Iran pada tanggal 13 Januari 2025 menunjukkan sistem pesawat nirawak (UAS), yang umumnya dikenal sebagai pesawat tanpa awak, yang diserahkan kepada Angkatan Darat Iran oleh Kementerian Pertahanan negara tersebut, dalam sebuah upacara di Teheran. (Foto oleh Kantor Angkatan Darat Iran / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran telah menghujani mereka dengan rentetan rudal dan drone pada Senin (4/5/2026). Tiga warga negara India dilaporkan terluka akibat serangan yang membuat kilang minyak Fujairah di UEA timur.

Berdasarkan video yang beredar di internet, serangan yang terjadi pada Senin menyebabkan fasilitas kilang minyak Fujairah terbakar. Asap hitam membumbung dari fasilitas yang rusak terbakar di kawasan pesisir.

Seturut Al Jazeera, Kementerian Pertahanan UEA menyebut telah menerjang 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone selama serangan. Kementerian itu juga mengatakan serangan terjadi sepanjang hari.

Tak lama setelahnya, menukil CNN, Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk dengan keras serangan itu. Kementerian menyebut serangan pada Senin merupakan “eskalasi berbahaya” dan “pelanggaran yang tidak dapat diterima”.

Mereka juga mengatakan UEA memiliki “hak yang lengkap dan sah” untuk menanggapi serangan berdasarkan hukum internasional untuk menjaga kedaulatan. UEA juga menuduh Iran adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, juga atas konsekuensi dari serangan.

Iran Membantah Lakukan Serangan

Teheran membantah telah melakukan serangan ke UEA pada Senin. Seturut Arab Times, stasiun televisi IRIB milik Pemerintah Iran merilis pernyataan sumber militer bahwa Teheran tidak memiliki “program yang direncanakan sebelumnya” untuk menyerang fasilitas minyak UEA.

Sumber tersebut juga menerangkan bahwa insiden di Fujairah terkait dengan “petualangan militer AS” karena “menciptakan jalur transit ilegal … melalui jalur air terlarang Selat Hormuz”. Ia juga menuding “militer AS harus bertanggung jawab atas hal ini”.

Apa yang disebut sebagai “petualangan militer AS” itu tampak seperti operasi militer yang baru saja diumumkan Trump pada Minggu (3/5). Sebelumnya, Trump telah mengumumkan operasi militer untuk membuka jalur air di Selat Hormuz bagi kapal-kapal tanker dan komersial yang tertahan sejak selat itu ditutup secara de facto oleh Iran.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga mengutip sumber lain yang merespons tuduhan UEA. Sumber anonim Tasnim ini menyebut Teheran akan menjadikan kepentingan UEA sebagai sasaran jika negara tersebut “mengambil tindakan yang tidak bijaksana”.

Pemimpin Dunia Kecam Iran Atas Serangan ke UEA

Menanggapi serangan di kompleks kilang minyak di Fujairah, banyak negara Barat dan Teluk mengecam Iran atas serangan ke UEA. Negara-negara ini menyebut serangan ke kompleks kilang minyak Fujairah adalah “eskalasi yang berbahaya”, “agresi tercela”, dan pelanggaran hukum internasional.

Arab Saudi dan Qatar mengecam Teheran atas serangan pada Senin. Kedua negara juga menyatakan dukungan penuh kepada tindakan yang diambil UEA untuk “melestarikan kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayahnya”.

Kuwait menyebut serangan di Fujairah sebagai “agresi tercela” oleh Iran. Bahrain mengatakannya sebagai “eskalasi berbahaya” dan “mengancam keamanan dan stabilitas kawasan”.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyebut penargetan fasilitas minyak Fujairah sebagai “serangan brutal”. Seturut kantor berita Petra Yordania, hal itu diungkap Safadi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bi Zayed Al Nahyan.

Kecaman juga datang dari negara Barat. Kanada, Jerman, dan Inggris mengecam Iran dan mendesak Teheran untuk kembali bernegosiasi demi menghindari eskalasi lebih lanjut.

Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen turut mengecam serangan di Fujairah, menyebutnya sebagai “pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan hukum internasional”.

“Serangan ini tidak dapat diterima,” kata von der Leyen di media sosial. “Keamanan di kawasan [Teluk] memiliki konsekuensi langsung bagi Eropa.”

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar