iPhone X, Saat Apple Mengekor Kompetitor

iPhone X, Saat Apple Mengekor Kompetitor
iPhone X. FOTO/iDB
Reporter: Ahmad Zaenudin
14 September, 2017 dibaca normal 3 menit
iPhone X hadir dengan desain berbeda dari iPhone sebelumnya, tapi tak menyuguhkan hal yang benar-benar baru.
tirto.id - “iPhone X adalah iPhone paling tangguh yang pernah kami buat [...] ini sungguh merupakan masa depan ponsel pintar.”

Tim Cook menutup pertunjukan Apple, pada Selasa malam (12/9/2017) dengan begitu percaya dirinya. CEO Apple ini sukses memperkenalkan beberapa produk anyar bikinan Apple di Jobs Theater yang berada di markas besar baru mereka di Cupertino, California, Amerika Serikat. Apple memperkenalkan beberapa barang dagangan baru seperti Apple TV 4K, Apple Watch Series 3, juga tak ketinggalan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus.

Selain itu, produk baru yang sudah ditunggu-tunggu di malam itu hadirnya iPhone X alias "iPhone sepuluh". Cook menekankan bahwa X merupakan sebuah platform untuk augmented reality, komputasi rumit, dan layar untuk segalanya. Secara spesifikasi, iPhone X hadir dengan kemasan pembaruan. Ponsel pintar ini dibekali dengan prosesor A11 yang memiliki fitur neural engine--fitur yang biasa ditemui di mesin kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Baca juga: Masa Depan Dunia di Tangan AI

Namun, iPhone X yang punya ukuran layar 5,8 inci ini merupakan seri keluaran Apple yang tidak nampak melekat sebagai karakter iPhone sebelumnya. iPhone X merupakan pembaruan iPhone paling radikal yang pernah dilakukan Apple. Sebelumnya, Apple hanya berani mengubah iPhone sebatas ukuran layar saja. iPhone 5 misalnya, kali pertama perubahan ukuran layar iPhone dari 3,5 inci menjadi 4 inci.

Pada iPhone 6, ukuran layar ponsel pintar tersebut kembali ditambah menjadi 4,7 inci. Versi “Plus” iPhone 6 bahkan memiliki ukuran layar 5,5 inci. Sebatas menambah ukuran layar iPhone memang terlihat sepele. Petuah dari sang pendiri Steve Jobs soal ukuran ponsel pintar membuat tindakan Apple menambah ukuran iPhone jadi ujian dan keberanian tersendiri.

Sebelumnya, Steve Jobs pernah mengatakan bahwa ukuran ideal bagi ponsel adalah yang masih muat dalam satu genggaman tangan. Ponsel pintar dengan ukuran bongsor yang sering disebut phablet, menurut Jobs adalah ponsel “yang tidak akan ada orang mau membeli seukuran itu.”

Selain ukuran, perubahan desain yang radikal itu hadir dalam konsep layar edge-to-edge alias layar yang membentang dari ujung-ke-ujung dengan ukuran 1.125X2.436 pixel. iPhone X seolah-olah tidak memiliki bazel atau cangkang tepi. Rasio body-to-screen iPhone X mencapai angka 82,9 persen. Secara sederhana, rasio ini bisa dibaca bahwa saat seseorang melihat iPhone X dari depan, maka 82,9 persen didominasi oleh layar. Teknologi layar OLED buatan Samsung diusung oleh Apple dalam menghadirkan konsep itu.

Sayangnya kehadiran konsep baru ini memakan tumbal. Fitur Touch ID yang tersemat pada tombol legendaris pada iPhone generasi sebelumnya hilang pada iPhone X. Sebagai gantinya Apple menyematkan Face ID, sebuah fitur pengenalan wajah dengan memanfaatkan kamera beresolusi 7MP dengan bukaan f/2,2 dan mengusung konsep TrueDepth.

Baca juga: Standar Baru Ponsel Pintar: Nihil Bezel


iPhone X, Saat Apple Mengekor Kompetitor


Meskipun terlihat menghadirkan perubahan yang radikal dari sisi desain, apa yang dilakukan Apple bukan hal baru. Layar dengan konsep edge-to-edge telah hadir duluan dalam beberapa seri ponsel pintar berbasis Android. Tercatat ada 3 ponsel dari 3 produsen ponsel berbasis Android yang telah mengusung konsep tersebut sebelum iPhone X hadir.

Xiaomi Mi Mix tercatat sebagai salah satu ponsel pertama yang mengusung konsep edge-to-edge bahkan dengan rasio body-to-screen mencapai angka 93 persen. Xiaomi Mi Mix diperkenalkan oleh Xiaomi pada Oktober 2016 lalu, alias hampir setahun sebelum iPhone X diperkenalkan oleh Apple.

Selain Xiaomi Mi Mix ada pula LG G6. Ponsel pinter berbasis Android tersebut kali pertama diperkenalkan LG pada Februari 2017. LG G6 mengusung konsep edge-to-edge dengan rasio screen-to-body mencapai angka 80 persen. Tentu, ponsel pintar berbasis Android yang paling tersohor mengusung konsep edge-to-edge adalah Samsung melalui Galaxy S8. Galaxy S8 diperkenalkan oleh Samsung pada Maret tahun ini. Ia mengusung konsep itu dengan rasio screen-to-body mencapai angka 83,6 persen.

Ketiga ponsel pintar berbasis Android yang mengusung konsep edge-to-edge  telah hadir dalam rentang setahun hingga setengah tahun lalu. Ini artinya perubahan radikal iPhone X dengan konsep edge-to-edge bukanlah perubahan yang benar-benar baru dan hanya merupakan kelanjutan tren semata atau bisa dibilang mengekor dari kompetitor.

Selain dari sisi desain, perubahan lainnya yang diusung Apple dalam iPhone X adalah hadirnya fitur dual camera di ponsel. iPhone X mengusung kamera wide-angle dan telephoto. Masing-masing kamera tersebut memiliki bukaan berbeda, antara f/1,8 dan f/2,4. Adanya fitur dual camera, pengguna iPhone X bisa menghasilkan foto dengan beragam gambar.

Baca juga: Ponsel Berkamera Adalah Kunci di Abad Selfie

Lagi-lagi meskipun terlihat keren dengan fitur tersebut, sesungguhnya apa yang dihadirkan iPhone X dengan dual camera bukanlah barang baru dalam dunia ponsel pintar. P9, ponsel pintar buatan Huawei tercatat merupakan salah satu ponsel pintar pelopor konsep dual camera.

Ponsel ini diperkenalkan pada April 2016 lalu alias hampir satu setengah tahun sebelum iPhone X hadir. Jika iPhone X menggabungkan lensa lebar dengan telephoto, P9 menggabungkan sensor RGB dan sensor monokrom. Dengan penggabungan itu, hasil foto P9 menjadi jauh lebih baik, mendekati apa yang dilakukan kamera profesional.

Selain dari sisi hardware atau perangkat keras, iPhone X hadir dengan pembaruan dari sisi perangkat lunak. Ponsel ini hadir dengan mengusung iOS versi 11. Sayangnya meskipun terlihat baru, apa yang dihadirkan iOS 11 terkesan meniru apa yang telah dilakukan sistem operasi BlackBerry 10, terutama soal gestures user interface. Pada tayangan video tentang BlackBerry 10 di YouTube dengan apa yang dipresentasikan Apple atas iPhone X, ada kemiripan sistem operasi anyar itu dengan BlackBerry 10 yang telah lebih dahulu ada.

Kenyataan-kenyataan ini tentu patut menjadi catatan bagi para penggemar iPhone. Produk terbaru merek kesayangan mereka tak sepenuhnya menyuguhkan hal-hal baru. Yang baru adalah "tanda X" pada iPhone X yang merujuk pada 10 tahun hadirnya iPhone sejak 2007 di pasar ponsel pintar. 

Di usianya yang kesepuluh, iPhone dengan wajah baru iPhone X sayangnya hadir dalam wujud yang mengekor dengan ponsel pintar berbasis Android yang lebih dahulu hadir. Tanda X (silang) yang tersemat pada iPhone X sebuah sinyal Apple sudah mentok dengan ide baru dalam persaingan ponsel pintar yang semakin sengit.

Baca juga: Ponsel Cina Mulai Menggerogoti Pasar Apple

Baca juga artikel terkait IPHONE atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - zae/dra)

Keyword