Menuju konten utama

Instagram, Facebook, & WhatsApp Akan Berbayar, Apa Bedanya?

Meta akan menyediakan layanan berbayar untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp yang mendukung penggunaan mesin Manus AI.

Instagram, Facebook, & WhatsApp Akan Berbayar, Apa Bedanya?
Ilustrasi media sosial. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Meta berencana menerapkan layanan berbayar pada Instagram, Facebook, dan WhatsApp dalam beberapa bulan ke depan. Lantas, apa saja perbedaannya dengan versi gratis yang kini tersedia?

Seturut BBC, Meta berencana untuk membuat layanan berbayar pada tiga aplikasi media sosial terbesar mereka itu dan menambahkan sejumlah fitur baru kepada pengguna yang mau membayarnya. Kendati demikian, layanan inti ketiga aplikasi itu disebut masih akan tetap gratis.

Skema Instagram, Facebook dan WhatsApp berbayar ini juga diproyeksikan akan berbeda atau menjadi peningkatan dari layanan centang biru yang telah diluncurkan Meta pada 2023 lalu.

Detail fitur apa saja yang termasuk layanan berbayar belum dirilis. Namun, pelanggan premium akan bisa mengakses ke berbagai fitur termasuk pada teknologi kecerdasan imitasi (AI) baru milik Meta. Teknologi yang disiapkan Meta ini juga meliputi asisten pribadi hingga editor visual.

Meta juga berencana menguji fitur-fitur lain seperti aplikasi pembuatan video Vibes. Menurut Meta, penggunaannya "dapat mewujudkan ide-ide Anda dengan alat pembuatan visual AI baru". Vibes diperkenalkan September lalu sebagai bagian dari aplikasi Meta AI.

Kecerdasan buatan yang juga ramai disebut sebagai fitur berbayar adalah Manus AI. Meta menyebutnya sebagai "agen", alat yang bisa dimanfaatkan penggunanya untuk hal-hal yang kompleks.

Apa itu Manus, Mesin AI Milik Meta?

Manus merupakan jenama teknologi AI yang diakuisisi oleh Meta pada Desember 2025 lalu. Semula, AI ini diproduksi oleh perusahaan bernama sama yang didirikan di Cina.

Analis Bloomberg dan The Wall Street Journal memperkirakan nilai akuisisi tersebut mencapai lebih dari USD2 miliar. Kini Manus dilaporkan telah mengalihkan kantornya dari Cina ke Singapura setelah terjalinnya kesepakatan tersebut.

Dalam penjelasan Meta di blog resminya, Manus disebut merupakan alat yang bisa digunakan untuk melakukan hal kompleks dengan interaksi yang minimal. Meta menyebutnya sebagai "agen" dan fungsinya mirip seperti asisten pribadi.

“Bakat Manus yang luar biasa akan bergabung dengan tim Meta untuk memberikan agen tujuan umum di seluruh produk konsumen dan bisnis kami, termasuk Meta AI,” kata Meta dalam sebuah unggahan blog.

Manus sendiri berusaha membedakan teknologi AI mereka dengan klaim bahwa Manus "benar-benar otonom". Tidak seperti mayoritas chatbot AI yang perlu diberi banyak perintah sebelum digunakan, Manus disebut dapat merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan tugas secara mandiri sesuai instruksi.

Bos Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya dilaporkan tengah menggencarkan "visi AI yang personal". Hal ini terlihat dari langkah-langkah perusahaan raksasa Silicon Valley itu sejak Zuckerberg mengenalkan visi itu pada Juli 2025 lalu.

Melalui visi ini, Meta juga telah meningkatkan anggaran belanja yang lebih besar pada strategi AI. Salah satunya seperti yang dilakukan perusahaan itu ketika membeli 49 persen saham Scale AI seharga USD14 miliar.

Pembelian saham mayoritas di Scale AI dilakukan Meta pada Juni 2025 lalu dan membuat bos Scale AI menduduki peran sentral dalam pengembangan teknologi AI di Meta.

Akses Manus untuk pengguna Instagram, Facebook, dan Whatsapp berbayar akan jadi upaya terbaru Meta mewujudkan visi bos mereka.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar