Menuju konten utama

InJourney Prediksi 7,9 Juta Warga Naik Pesawat saat Mudik

InJourney Airports sudah menyediakan posko arus mudik dan arus balik selama 18 hari di 35 bandara mereka.

InJourney Prediksi 7,9 Juta Warga Naik Pesawat saat Mudik
Direktur InJourney Airport Fahmi Faik saat menyampaikan paparan di kantor InJourney, Jakarta, Rabu (27/3/2024). (Tirto.id/Andrian Pratama Taher)

tirto.id - InJourney Airports memprediksi ada sekitar 7,9 juta penumpang akan beraktivitas di 35 bandara milik mereka selama 18 hari, yaitu 3-18 April 2024 atau saat musim mudik Lebaran 2024.

Direktur InJourney Airports, Faik Fahmi, mengatakan Indonesia sudah memasuki masa normal. Mereka pun sudah menyediakan posko arus mudik dan arus balik selama 18 hari di 35 bandara mereka.

"Kita memproyeksikan selama periode posko itu selama 18 hari itu ada sekitar 7,9 juta penumpang yang akan kita layani itu berada di 35 bandara," kata Fahmi dalam acara InJourney Media Gathering di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Fahmi mengatakan, sejumlah bandara diprediksi akan ramai seperti di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Ngurah Rai Denpasar, Juanda Surabaya dan Sultan Hassanudin Makassar. Ia juga memprediksi bandara Minangkabau Padang dan Yogyakarta International Airport akan Ramai.

Fahmi menuturkan, pertumbuhan 7,9 juta menandakan 3 persen lebih tinggi daripada pertumbuhan sebelum COVID-19 pada 2019. Jumlah penumpang diprediksi 10 persen lebih tinggi daripada 2023 silam.

Akan tetapi, jumlah pesawat yang tersedia lebih rendah daripada sebelum pandemi. Ia memperkirakan ada 58 ribu penerbangan selama 18 hari. Ia mengatakan recovery penerbangan masih 76 persen daripada total penerbangan 2019.

Padahal, pertumbuhan penerbangan naik 7 persen dibanding 2023. Ia juga mengatakan, jumlah pesawat hanya 440 padahal angka pesawat domestik di angka 650 pada 2019 lalu.

"Sehingga memang yang isu yang mungkin muncul adalah bagaimana kita bisa memanage antara supply dan demand yang kecenderungannya suplainya agak lebih rendah dibanding demand yang ada," kata Fahmi.

Fahmi mengaku sudah ada upaya untuk mengakomodir permasalahan penerbangan. Salah satunya adalah membolehkan utilitas pesawat dari 9 jam perhari menjadi 12 jam per hari.

Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2024 atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Flash news
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto