Infor Banjir di Pulau Jawa Jelang Imlek 2021: Wilayah Jabar-Jateng

Oleh: Addi M Idhom - 11 Februari 2021
Dibaca Normal 6 menit
Banjir di Pulau Jawa melanda sejumlah daerah pekan ini hingga menjelang Tahun Baru Imlek 2021. Di sebagian daerah, banjir masih terjadi hari ini.
tirto.id - Sejumlah daerah di Pulau Jawa masih dilanda banjir hingga menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada Jumat, 12 Februari 2021. Sebagian wilayah itu dilanda banjir sejak beberapa hari lalu hingga hari ini, Kamis (11/2/2021).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah merilis peringatan tentang potensi curah hujan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada 10-16 Februari 2021 di 26 provinsi. Di antaranya termasuk 5 provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

BMKG sekaligus megeluarkan peringatan potensi banjir dengan status Siaga untuk wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, untuk periode 10-11 Februari 2021. Peringatan tersebut berdasar prakiraan cuaca berbasis dampak (Impact Based Forecast - IBF), demikian siaran resmi BMKG.

Analisis terintegrasi dari data BMKG, Kementerian PUPR dan Badan Informasi Geospasial (BIG), juga menunjukkan ada potensi banjir kategori menengah pada 10 hari kedua bulan Februari 2021 di sejumlah provinsi. Sebagian merupakan wilayah di Pulau Jawa, seperti: sebagian kecil Jawa Barat bagian timur; sebagian Jawa Tengah bagian utara; serta sebagian kecil Jawa Timur bagian timur.

Sementara sejumlah daerah di Pulau Jawa yang terpantau masih dilanda banjir hingga menjelang Tahun Baru Imlek 2021 adalah sebagai berikut.

Banjir Kudus 2021

Wilayah tujuh desa di Kabupaten Kudus, Jawa tengah terendam banjir sampai Kamis (11/2/2021). Banjir Kudus sampai hari ini juga membuat ratusan warga mengungsi.

Banjir di pekan ini, merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, tercatat menggenangi 4.905 rumah warga dan berdampak pada 5.065 orang. Di antara desa-desa yang terdampak banjir berada di Kecamatan Mejobo, Kudus. Masih 100-an warga di kecamatan ini yang harus mengungsi.

"Jumlah pengungsi di Kecamatan Mejobo masih cukup stabil sebanyak 130 orang, meliputi warga Desa Gulang sebanyak 59 orang dan warga Payaman 71 orang," kata Camat Mejobo Aan Fitriyanto pada Kamis, 11 Februari 2021, seperti dilansir Antara.

Banjir pun merendam wilayah Kecamatan Jati, Kudus. Camat Jati Andreas Wahyu mengatakan korban banjir di wilayahnya masih bertahan di tempat pengungsian. Sebab, banjir di Desa Tanjungkarang, Jati Wetan, dan Jetis Kapuan belum surut sampai hari ini.


Data pemerintah kecamatan Jati menunjukkan, sampai Rabu kemarin, jumlah pengungsi dari Desa Jati Wetan sebanyak 323 orang, Desa Tanjungkarang (82 orang), Jetis Kapuan (15 orang). Ratusan warga itu mengungsi di aula balai desa, gedung PKK, gereja, hingga aula kelenteng.

Wilayah Kecamatan Undaan, Kudus pun sempat terendam banjir pekan ini. Masyarakat terdampak di Undaan sebagian sudah pulang dari lokasi pengungsian karena banjir mulai surut.

"Sebelumnya jumlah pengungsi di Kecamatan Undaan mencapai 521 orang, kini hanya tersisa 244 orang karena sebagian sudah pulang," kata Camat Undaan Rifa'i Nawawi.

Pada Rabu (10/2/2021) kemarin, sesuai laporan Antara, banjir di Kudus sempat merendam 2 titik jalan raya hingga memicu tersendatnya arus lalu lintas. Dua titik banjir itu di depan Terminal Induk Jati Kudus Jalan Lingkar Kudus, dan di Jalan Kudus-Purwodadi, dengan ketinggian air bervariasi.

Banjir Demak 2021

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan, banjir telah melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sehingga perlu dilakukan penanganan darurat pada Rabu malam (10/2/2021). Banjir Demak juga dilaporkan masih merendam sejumlah kawasan pada hari ini.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyatakan banjir Demak berdampak pada puluhan ribu warga di kabupaten tersebut.

"Data sementara BPBD Demak pada Kamis [11/2/2021], pukul 07.00 WIB, data warga yang mengungsi berjumlah 151 jiwa, sedangkan warga terdampak banjir mencapai 10.838 KK atau 35.984 jiwa," kata Raditya dalam siaran resmi BNPB pada hari ini.

"Kejadian [Banjir] ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Demak. Peristiwa ini mengakibatkan tinggi muka air antara 10 hingga 100 cm," Raditya menambahkan.


Masih mengutip laporan BNPB, banjir Demak melanda wilayah 4 kecamatan, dan yang terparah adalah Sayung. Di wilayah Kecamatan Sayung, tercatat 31.099 jiwa terdampak banjir.

Selain itu, di Kecamatan Karangtengah 3.301 jiwa terdampak, dan juga ada 1.200 warga terimbas banjir di Kecamatan Karanganyar. Adapun di Kecamatan Guntur, 384 orang terkena dampak banjir.

Sementara daftar desa di Demak yang terendam banjir pada 10-11 Februari 2021 adalah: Desa Batu, Desa Wonoagung, Desa Dukun, Desa Tambakbulusan (Kecamatan Karangtengah); Desa Ketanjung (Kecamatan Karanganyar); Desa Belerong (Kecamatan Guntur); dan Desa Parempelan, Desa Tambakroto, Desa Loireng, Desa Purwosari , Desa Kalisari, Desa Bulusari, Desa Pilangsari, dan Desa Sayung (Kecamatan Sayung).

Banjir Pekalongan 2021

Wilayah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan juga dilanda banjir sejak beberapa hari lalu. Banjir di Kota Pekalongan mulai surut pada hari ini (11/2/2021) meski belum sepenuhnya.

Wakil Walikota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyatakan wilayah daerahnya sudah terendam banjir selama 10 hari, dan status tanggap darurat telah ditetapkan pada 7 Februari lalu.

"Alhamdulillah cuaca sudah mulai membaik dan harapannya banjir di Kota Pekalongan bisa makin surut, mengingat Kota Pekalongan sudah 10 hari terakhir tergenang banjir," kata Afzan usai rapat dengan Forkopimda membahas penanganan banjir, Kamis (11/2/2021), dikutip dari laman Pemkot Pekalongan.

Afzan mengakui, masih ada kendala dalam penanganan banjir. Kendala tersebut seperti koordinasi dapur umum pusat di Stadion Hoegeng dan Gor Jetayu dengan dapur-dapur umum mandiri yang didirikan masyarakat, pendistribusian bantuan, dan lainnya.


Status tanggap darurat banjir di Kota Pekalongan ditetapkan sampai 20 Februari 2021. Mengutip informasi di laman Pemkot Pekalongan, kondisi banjir sempat mencapai level paling parah pada 6-8 Februari 2021, ketika wilayah 22 Kelurahan terendam.

Menurut data BPBD Kota Pekalongan, per 9 Februari 2021 kemarin, bencana banjir yang melanda Kota Pekalongan mengakibatkan 4.240 orang mengungsi di puluhan titik.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memutuskan untuk membuka tanggul Sungai Mrican pada Rabu kemarin (10/2/2021), guna meredam banjir yang melada wilayah pesisir, seperti kawasan Kecamatan Tirto dan Wonokerto.

Menurut Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, pembukaan tanggul di Wonokerto itu dilakukan dengan membuat saluran selebar 2 meter dan kedalaman 2 meter. Alasan dia, banjir di Wonokerto, Tirto dan sekitarnya disebabkan oleh air kiriman dari hulu saat curah hujan tinggi, demikian dikutip dari laman Pemkab Pekalongan.

Banjir Pati 2021

Sebagian kawasan Kabupaten Pati, Jawa Tengah sudah dilanda banjir dalam berapa hari terakhir. Data BPBD Pati menunjukkan, sampai 9 Februari 2021 lalu, banjir merendam wilayah 42 desa di 6 kecamatan. Adapun total rumah yang terendam banjir, sampai 2 hari lalu, mencapai 2.931 unit dan jumlah pengungsi sebanyak 12.687.

"Dari puluhan desa yang terdampak banjir, ada desa yang hanya terdampak di kawasan areal pertanian dan 36 desa berdampak hingga ke pemukiman warga," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetya pada Selasa (9/2/2021), dikutip dari Antara.

Ia mencatat jumlah desa paling banyak terdampak banjir tersebar di Kecamatan Gabus mencapai 12 desa, lalu disusul Kecamatan Jakenan (10 desa), Kecamatan Juwana (9 desa), Kecamatan Pati (7 desa), Kecamatan Sukolilo (3 desa), dan Kecamatan Kayen (1 desa).

Banjir Kebumen 2021

Banjir melanda pula wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Mengutip siaran pers BNPB, hujan intensitas tinggi menyebabkan tanggul Sungai Lesung jebol setinggi kurang lebih sepuluh meter.

"Menurut laporan BPBD Kabupaten Kebumen, 5 desa terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam, 30-150 cm. Selain itu, kejadian ini juga menyebabkan longsor di salah satu lokasi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Raditya Jati, Kamis (11/2/2021).

Adapun wilayah yang terdampak banjir adalah Desa Merden, Desa Balingasal, Desa Sidototo dan Desa Kalijering (Kecamatan Padureso). Satu lainnya, Desa Pesuningan di Kecamatan Prembun. Ada 108 rumah dan sebuah sekolah terendam akibat banjir di 5 desa itu.

"Dua orang korban meninggal dunia, 1 orang hilang tertimbun, 108 KK terdampak banjir. Selain itu, 90 jiwa mengungsi di Masjid Baitul Mutakir," ujar Raditya.

"Kondisi terkini, banjir telah surut dan cuaca di sekitar Kabupaten Kebumen terpantau mendung," tambah dia.


Banjir Subang 2021

Banjir dengan dampak luas terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir. Data Dinas Kominfo Subang, yang dilansir Antara pada Rabu (10/2/2021), menunjukkan banjir itu mengakibatkan 38.878 orang mengungsi. Banjir Subang pekan ini juga telah merendam 21.574 rumah di 21 kecamatan.

Puluhan ribu warga terdampak banjir Subang mengungsi di berbagai masjid, kantor pemerintahan, tenda pengungsian, bahkan hingga kolong Jembatan Layang Pamanukan.

Mengutip siaran resmi Pemkab Subang, banjir pun menyebabkan jalur darat menuju Kecamatan Legonkulon tertutup dan mengakibatkan sejumlah desa terisolir. Bupati Subang Ruhimat sudah menginstruksikan pengiriman bantuan dengan helikopter ke Legonkulon yang berada di Pantura, pada Rabu (10/2/2021).

Menurut Ruhimat, akses darat menuju Legonkulon tertutup karena debit air dan arus masih tinggi. Adapun pegiriman bantuan melalui jalur udara dilakukan bersama TNI Angkatan Udara Lanud Suryadarma. Bantuan yang dikirim, seperti mie instan, air mineral, dan biskuit.


Video unggahan akun instagram Kantor Basarnas Bandung memperlihatkan, sampai Rabu sore kemarin, Tim SAR masih berupaya melakukan evakuasi terhadap para warga yang terjebak banjir di Subang.

Video unggahan Basarnas Jabar memperlihatkan proses evakuasi sejumlah orang, termasuk bayi dan lansia, di dusun Pamugas, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, yang terjebak ketika banjir sudah hampir setinggi atap rumah.

Hingga Rabu sore kemarin, Tim SAR Gabungan mengevakuasi setidaknya 290 jiwa di Pamanukan. Kantor Basarnas Bandung juga menginformasikan, sampai Rabu malam, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi total 474 jiwa di Subang, dengan 2 di antaranya meninggal. Selain itu, ada 1 orang yang hilang akibat terseret arus banjir di Kali Cigadung, Pamanukan, dan masih dicari.

Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah secara resmi menghentikan evakuasi terhadap warga terdampak banjir di Subang dan Indramayu karena berdasar evaluasi bersama tim SAR Gabungan, debit air dinilai sudah turun serta tidak ada lagi permintaan evakuasi dari warga, Rabu kemarin.

Sementara Kemensos mengumumkan, sampai hari ke-5 banjir Subang, Tagana masih memberikan pelayanan dapur umum dengan menyiapkan makanan siap saji sebanyak 4.000 bungkus per-hari. Melalui Tagana, Kemensos baru mendistribusikan bantuan ke Subang senilai Rp350,3 juta.

BNPB melaporkan banjir yang melanda 21 kecamatan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, berangsur surut hari ini. Sebagian warga telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Adapun data BPBD Kabupaten Subang per Kamis (11/2/2021), pukul 17.00 WIB, menunjukkan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 2.255 KK atau 7.650 jiwa.

Banjir Indramayu 2021

Banjir melanda pula wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sejak 7 Februari lalu. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, banjir terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Cilalanang, Cipanas, Cipelang, dan Cimanuk.

Selain itu, kenaikan debit air Waduk Cipancu mendorong pergerakan struktur tanah di sekitarnya serta memicu pergeseran dinding penahan waduk ke arah luar sejauh 2 meter.

"Total terdapat 25.206 rumah yang tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten Indramayu terdampak banjir. Selain rumah, 2.096 hektar sawah warga juga ikut terendam," kata Raditya melalui siaran resmi BNPB pada Rabu (10/11/2021).


Dia mencatat, berdasar laporan BPBD Indramayu, sebanyak 23.220 warga Kecamatan Haurgeulis dan Losarang terpaksa mengungsi akibat banjir. Ada juga 2 korban meninggal dari Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis.

"BPBD Indramayu melaporkan, pada Rabu (10/2/2021) pukul 10:00 WIB, kondisi waduk Cipancu terpantau aman. Banjir juga mulai berangsur surut di beberapa kecamatan. Tetapi, masyarakat tetap dihimbau untuk selalu waspada," terang Raditya.

Merujuk laporan Antara, hingga 10 Februari 2021 kemarin, terpantau sejumlah warga Indramayu yang terdampak banjir terpaksa mengungsi di sepanjang jalur Pantura. Para warga itu mendirikan tenda di sebagian badan jalan.

Kantor Basarnas Bandung menginformasikan, sampai Rabu malam (10/2/2021), Tim SAR secara total telah mengevakuasi warga terdampak banjir di Indramayu sebanyak 230 Jiwa, dengan 4 di antaranya meninggal.

Sementara lalu lintas di sekitar Tol Cipali KM 122, menurut Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang, pada hari ini lancar tanpa ada antrean. "Situasi terkini Tol Cipali (KM 122) kondusif dan lancar dengan upaya yang kita laksanakan," kata Hafidh di Indramayu, Kamis (11/2/2021).


Banjir Karawang 2021

Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat selama beberapa hari terakhir telah merendam belasan ribu rumah dan membuat 8.648 orang terpaksa mengungsi, setidaknya hingga Rabu (10/2/2021).

Mengutip laporan Antara, data Dinas Kominfo Karawang menunjukkan, sampai Rabu kemarin, ada 11.044 rumah di 39 desa yang terendam banjir. Wilayah terdampak banjir Karawang itu tersebar di 17 kecamatan.

Adapun 17 kecamatan yang dilanda banjir Karawang: Cilamaya Wetan (5 desa), Rengasdengklok (6 desa), Telukjambe Barat (3 desa), Karawang Barat (3 desa), Kotabaru (1 desa), Jatisari (1 desa), Cikampek (4 desa), Tirtamulya (2 desa) serta Kecamatan Telukjambe Timur (3 desa).

Selain itu, juga Karawang Timur (1 desa), Banyusari (2 desa), Cilamaya Kulon (1 desa), Batujaya (1 desa), Cilebar (1 desa), Pakisjaya (2 desa), Pangkalan (1 desa), dan Kecamatan Klari (2 desa).

Dalam siaran resmi Diskominfo Karawang, pengiriman bantuan logistik dari sejumlah perusahaan masih terus dilakukan oleh BPBD Karawang sampai Kamis (11/2/2021).

Hari ini, BPBD Karawang mengirimkan bantuan logistik untuk korban banjir dari Desa Tanjungsari, Kecamatan Cilebar dan warga terdampak angin puting beliung di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight