tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka menguat pada Kamis (3/9/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.07 WIB, rupiah menguat sebesar 57,00 poin atau 0,32 persen, membuat nilai 1 dolar AS bergerak ke level Rp17.706.
Hal ini merupakan catatan positif rupiah setelah sebelumnya terus tertekan pada pekan ini. Mata uang garuda sebelumnya mencatatkan fluktuasi yang kurang membahagiakan. Sejak awal pekan ini, rupiah terus bergerak secara terbatas dan konstan mengalami tekanan serta koreksi.
Sepanjang perdagangan Rabu (2/9) lalu, rupiah konsisten berada di zona merah. Pergerakannya terbatas, sebelum akhirnya ditutup melemah 0,23 persen.
Menguatnya dolar AS atas mata uang lain diproyeksikan masih menjadi faktor yang dominan dari situasi rupiah di perdagangan pekan ini. Para investor disinyalir kembali berburu dolar AS untuk dijadikan aset aman seiring pertempuran dalam Perang AS-Iran kembali bergulir.
Akan tetapi, pada pembukaan perdagangan hari Kamis, ganti dolar AS yang tampak tertekan. Hal itu lantaran negara-negara ASEAN lainnya juga turut mencatatkan penguatan nilai mata uang mereka.
Baht Thailand, misalnya, mengalami penguatan sebesar 0,20 persen. Ringgit Malaysia menguat 0,19 persen. Peso Filipina menguat 0,04 persen. Dolar Singapura juga menguat sebesar 0,04 persen.
IHSG Hari Ini di Sesi Pagi 3 September
Penguatan rupiah tersebut sejalan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga dibuka menguat pada Kamis. Pada pembukaan perdagangan sesi pagi hari ini, IHSG dibuka pada level 6.632,828.
Seturut RTI Business, IHSG terus bergerak menanjak sejak dibuka, kemudian terkoreksi namun masih berada di zona hijau. Hingga 09.18 WIB, IHSG masih berada di zona hijau, di level 6.635,249.
Selama periode awal perdagangan sesi pagi tersebut, IHSG telah bergerak dalam rentang level 6.614,714 hingga 6.638,604. Sepanjang pergerakan itu, sebanyak 354 saham menguat, 187 saham bergerak melemah, dan 175 saham stagnan.
Sejauh ini, IHSG telah mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp2,21 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 5,89 miliar saham melalui 324.177 kali transaksi.
Pembukaan sesi pagi IHSG hari ini juga menjadi catatan positif setelah sebelumnya konsisten mengalami tekanan pada perdagangan hari Rabu. Potensi inflasi akibat kenaikan harga minyak mentah di tengah Perang AS-Iran disinyalir menjadi salah satu faktornya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































