tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka menguat pada Jumat (21/8/2026) pagi. Penguatan ini meningkatkan potensi rupiah memperpanjang tren positif jelang penutupan perdagangan akhir pekan.
Menukil Bloomberg, berdasarkan data per 09.29 WIB, nilai 1 dolar AS berada di level Rp17.714, bergerak menguat 34 poin atau 0,19 persen.
Penguatan tersebut menandai kelanjutan tren penguatan dalam dua hari terakhir. Pada Kamis (20/8), rupiah telah ditutup terapresiasi 0,48 persen ke level Rp17.740 per USD, sedangkan perdagangan Rabu sore ditutup ketika rupiah menguat tipis sekitar 0,14 persen.
Penguatan rupiah pada awal sesi perdagangan hari Jumat pagi ini disinyalir terpengaruh oleh pelemahan dolar AS secara umum. Pada awal pembukaan perdagangan sesi pagi, nilai dolar AS melemah untuk berbagai mata uang lain, termasuk yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan Cina.
Pelemahan dolar ini terjadi setelah Kementerian Keuangan AS mengumumkan nilai utang nasional mereka yang kini mencapai USD40 triliun. Seiring hal tersebut, Kementerian Keuangan AS juga dilaporkan tengah berencana memborong kembali surat utang negara bertenor 10-30 tahun yang dirilis.
Pembelian kembali surat utang negara dilakukan pemerintah AS guna menstabilkan kenaikan imbal hasil obligasi yang semakin meningkat.
IHSG Hari Ini di Pembukaan Pagi
Senada dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini juga dibuka menguat pada pembukaan sesi perdagangan Jumat pagi. Nilai indeks berada pada level 6.524,075 ketika dibuka.
Seturut RTI Business, grafik IHSG masih menghijau meski mengalami beberapa kali koreksi pada awal masa perdagangan sesi pagi. Per pukul 09.31 WIB, pergerakan indeks tercatat berkisar antara 6.507,434 hingga 6.543,998.
Sepanjang pergerakan tersebut, 279 saham tercatat menguat, 206 saham stagnan, dan 240 saham bergerak melemah.
Sementara itu, nilai total transaksi pada awal pembukaan pasar tersebut telah mencapai Rp3,66 triliun. Nilai turnover didapat dari penjualan 9,1 miliar saham melalui 532.644kali transaksi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, penguatan IHSG pada pembukaan sesi pagi ini ditopang oleh semua indeks sektoral yang bergerak menghijau. Sektor keuangan menjadi yang paling pesat, diikuti oleh infrastruktur dan properti.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































