tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka menguat pada Kamis (20/8/2026) pagi pukul 09.07 WIB. Seturut Bloomberg, 1 dolar AS kini berada di level Rp17.794, bergerak menguat 46 poin atau 0,26 persen.
Penguatan ini menandai kelanjutan tren penguatan sejak Rabu (19/8). Dalam penutupan perdagangan Rabu sore kemarin, rupiah ditutup menguat tipis di kisaran level Rp17.840 hingga Rp17.861.
Penguatan pada Rabu itu berlangsung seiring diumumkannya keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate). Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Agustus telah memutuskan bahwa BI Rate dipertahankan pada level 5,75 persen.
Sementara itu, sikap hati-hati investor terhadap prediksi keputusan bank sentral AS (The Fed) disinyalir menjadi salah satu faktor eksternal dari penguatan rupiah pada Rabu kemarin. Investor global kini dilaporkan tengah bersikap hati-hati terhadap dinamika geopolitik dan rilis risalah rapat The Fed.
Risalah rapat The Fed sendiri telah dirilis pada Kamis dini hari. Dalam risalah tersebut, Bank sentral AS itu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 hingga 3,75 persen, hasil voting 9:3.
IHSG Hari Ini Dibuka di Level 6.447,250
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini juga dibuka menguat pada pembukaan sesi perdagangan pagi. Nilai indeks dibuka pada level 6.447,250 ketika dibuka.
Seturut RTI Business, grafik IHSG menanjak dan menghijau sejak dibuka. Per pukul 09.09 WIB, indeks tercatat mengalami pergerakan yang berkisar antara 6.478,005 hingga 6.444,395.
Sepanjang pergerakan tersebut, 361 saham tercatat menguat, 203 saham stagnan, dan 143 saham bergerak melemah.
Sementara itu, nilai total transaksi pada awal pembukaan pasar hari ini telah mencapai Rp1,41 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 2,98 miliar saham melalui 206.518 kali transaksi.
Penguatan pada pembukaan sesi perdagangan pagi hari ini terjadi setelah IHSG sebelumnya tertekan sepanjang Rabu kemarin. Indeks ditutup melemah 0,86 persen seiring perilisan klarifikasi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkait rumor aksi korporasi.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id







































