Info Merapi: 42 Kali Gempa Guguran, Awan Panas Meluncur 2,5 Km

Oleh: Alexander Haryanto - 29 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 2,5 kilometer.
tirto.id - Kabar Gunung Merapi hari ini, Kamis, 29 Juli 2021, berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, mengalami 42 kali gempa guguran, 8 kali gempa hembusan, 62 kali gempa hybrid/fase banyak dan 20 kali gempa vulkanik.

Gunung Merapi juga meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 2,5 kilometer (km) ke arah barat daya. Berdasarkan keterangan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, awan panas guguran itu terjadi pada pukul 00.53 WIB, Kamis (29/7).

"Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 57 mm dan durasi 198 detik," kata Hanik Humaida seperti dikutip Antara News.

Sampai saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Selama periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, guguran lava pijar juga teramati 15 kali meluncur dari Gunung Merapi dengan jarak maksimum 200 meter ke arah barat daya.

Berikut adalah aktivitas Gunung Merapi berdasarkan periode pengamatan Kamis, 29 Juli 2021 pukul 06:00-12:00 WIB sebagaimana menurut laman magma.esdm.go.id:


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 19.8-28°C. Kelembaban 49-88%. Tekanan udara 567.4-719.5 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 42 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-50 mm dan lama gempa 15.1-122.4 detik.
  • 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-14 mm, dan lama gempa 13.7-50.5 detik.
  • 62 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-19 mm, S-P 0.2-0.9 detik dan lama gempa 5.8-24.2 detik.
  • 20 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 24-80 mm, dan lama gempa 7-23.7 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight