tirto.id - Media Israel menyebut Indonesia akan jadi negara pertama yang kirim pasukan ke Jalur Gaza, Palestina. Pasukan TNI ini akan jadi komponen Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di bawah Board of Peace Gaza. Lantas, di mana pasukan TNI ini akan berjaga di Gaza?
Kabar pengerahan pasukan Indonesia ke Gaza tersebut diberitakan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Senin (9/2/2026). Seturut The Jerusalem Post, ribuan personel tentara akan dikerahkan.
Seturut hal itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga menyatakan bahwa pihaknya memang telah mulai menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Maruli menyebut 5.000 hingga 8.000 personel bakal disiapkan.
"Ya, bisa satu brigade, 5.000-8.000 mungkin. Tapi, masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang," kata Maruli pada Senin (9/2/2026).
Maruli menjelaskan bahwa personel yang akan ditempatkan di Gaza itu terdiri dari personel dengan kualifikasi untuk misi perdamaian, bukan prajurit tempur. Kualifikasi yang disiapkan itu, katanya, akan relevan pada kebutuhan kemanusiaan dan rekonstruksi wilayah konflik.
"Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kami [kirim] nanti jadi perdamaian. Berarti [kemungkinan] zeni dan kesehatan," ujar Maruli.
Menantu Luhut Binsar Pandjaitan itu menyebut bahwa pihaknya hanya diminta untuk mempersiapkan personel. Sedangkan, keputusan terkait penugasan, waktu keberangkatan, dan kepastian lokasi akan ditentukan komando yang lebih tinggi, yakni Mabes TNI dan pemerintah.
"Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja," tuturnya.
Beberapa bulan sebelumnya sejumlah negara kemungkinan akan berkontribusi melalui ISF dengan mengirimkan pasukan perdamaian. Negara seperti Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan lainnya rencananya bergabung. Namun, sampai saat ini belum ada negara yang memenuhi hal itu.
Penempatan Pasukan Perdamaian Indonesia di Gaza
Meskipun Maruli menyebut waktu penempatan pasukan Indonesia di Gaza di bawah bendera ISF Board of Piece belum ditentukan, lembaga penyiaran KAN memproyeksikan pengerahan akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan.
Menurut laporan KAN, pengerahan personel TNI di bawah bendera ISF itu akan dilakukan berdekatan dengan agenda Prabowo Subianto datang ke Washington pada 19 Februari mendatang.
Seturut The Times of Israel, Prabowo dilaporkan telah diundang ke Washington pada 19 Februari guna menghadiri KTT Perdamaian untuk Kemakmuran. Namun, Prabowo belum memutuskan apakah akan menyanggupi undangan itu atau tidak.
Sementara itu, terkait penempatan pasukan, laporan KAN menyebut bahwa personel TNI diproyeksikan bakal ditempatkan di sejumlah wilayah di Gaza bagian selatan. Wilayah penempatannya dimungkinkan termasuk Khan Younis dan Rafah.
Penempatan ini disebut akan dilakukan tanpa pemberian wewenang untuk berkonfrontasi dengan Hamas. Pasukan Indonesia juga dikabarkan tak akan ikut terlibat dalam pelucutan senjata Hamas.
ISF kemungkinan mengawasi garis yang disepakati dalam gencatan senjata saat ini. Mereka juga menangani masalah-masalah perbatasan lainnya.
Seperti yang disampaikan Maruli, tugas personel TNI di Gaza akan berfokus pada pengawasan lokasi dan menangani masalah perbatasan, termasuk kesehatan dan konstruksi.\
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




























