tirto.id - Indonesia Investment Authority (INA) membukukan 3 divestasi sepanjang 2025, dengan total penerimaan dari pelepasan aset tersebut mencapai Rp923,1 miliar. Capaian ini menyertai 11 closing deals atau investasi baru yang juga direalisasikan lembaga tersebut di tahun yang sama.
Berdasarkan Annual Report INA 2025, frekuensi transaksi sepanjang tahun lalu, baik dari sisi investasi baru maupun pelepasan aset, merupakan yang tertinggi sejak INA berdiri lima tahun silam.
Ketua Dewan Pengawas INA, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut capaian ini mencerminkan kemampuan lembaga tersebut menjaga momentum transaksi sekaligus disiplin dalam mengelola siklus investasi secara utuh, mulai dari penanaman modal hingga proses keluar.
“Dari sisi aktivitas, INA membukukan 11 closing deals dan 3 divestasi pada tahun 2025, yang merupakan frekuensi transaksi tertinggi sejak pendirian,” kata Purbaya dalam laporan tahunan tersebut.
Dari sisi rincian, divestasi INA di 2025 mencakup dua jenis aksi pelepasan aset di sektor berbeda. Pertama, pengalihan sebagian porsi fasilitas pinjaman atau sell-down kepada mitra di industri perhotelan. Kedua, pelepasan dua dari tiga aset gudang modern (modern warehouse) yang dimiliki INA di sektor logistik.
“Pemindahan sebagian porsi fasilitas pinjaman (sell-down) kepada mitra perusahaan perhotelan terkemuka dan divestasi pada sektor logistik atas 2 dari 3 aset modern warehouse,” demikian tertulis dalam bagian Kilasan Balik 2025 di laporan tahunan INA.
Rincian yang sama juga dikonfirmasi ulang di bagian sambutan Ridha Wirakusumah Ketua Dewan Direktur, yang menegaskan bahwa pada 2025 INA melakukan divestasi pada aset logistik real estat, serta pengalihan sebagian eksposur pinjaman di sektor hospitality.
Jika ditarik dalam konteks lima tahun operasional INA sejak 2021, total kumulatif divestasi yang telah direalisasikan lembaga tersebut mencapai Rp13,6 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa INA tidak hanya aktif menanamkan modal baru, tetapi juga secara berkala merealisasikan keuntungan dari aset-aset yang sudah matang.
Aktivitas divestasi ini menjadi salah satu indikator kematangan operasional INA sebagai pengelola dana investasi negara, di tengah upaya lembaga tersebut memperluas cakupan sektor investasinya ke advanced material dan manufaktur pada tahun yang sama.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































