Menuju konten utama

Impor Pikap India-Thailand Melonjak, Untuk Kopdes Merah-Putih?

BPS catat impor pikap atau rigid truck capai 57,4 juta dolar AS pada Januari 2026, dengan negara pemasok utama berasal dari India dan Thailand.

Impor Pikap India-Thailand Melonjak, Untuk Kopdes Merah-Putih?
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam Jumpa Pers Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (2/3/2026). Foto/ Doc. BPS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas impor kendaraan niaga jenis mobil pikap atau rigid truck mengalami peningkatan pada periode Januari hingga Februari 2025. Total nilai impor mencapai 57,4 juta dolar AS, dengan negara pemasok utama berasal dari India dan Thailand.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci bahwa komoditas yang dimaksud termasuk dalam kode HS 8704.21.26, yang merujuk pada kendaraan bermotor untuk angkutan barang (pickap) dalam kondisi utuh atau completely built up (CBU).

"Pada Januari-Februari ini sebesar 57,4 juta dolar AS. Dengan negara asalnya itu India dan Thailand," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, Ateng menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan peruntukan akhir dari ribuan unit kendaraan yang masuk tersebut. Ia menyebut data yang dirilis BPS bersifat teknis terkait lalu lintas perdagangan luar negeri.

Sebelumnya, impor pikap dari India menjadi sorotan publik. Pasalnya, ratusan ribu pikap ini diimpor untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah-Putih.

"Untuk identifikasi peruntukannya ini silahkan perlu kajian lebih mendalam. Kami hanya mencatat ya tadi dari impor negara asal dan juga HS-nya," jelasnya.

Adapun, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebelumnya mengungkapkan bahwa truk dan pikap yang telah telanjur diimpor dari India, tetap akan disalurkan untuk operasional Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi.

"Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya," kata Ferry selepas halal bihalal DPW Syarikat Islam Jabar, Masjid Al Jabbar Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/3/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, per koperasi nantinya akan mendapatkan satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor guna memudahkan dan memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa.

"Sekarang ribuan truk dan pick-up sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi)," ucapnya.

Meski mendistribusikan kendaraan operasional impor, Ferry mengakui memang seharusnya tetap memprioritaskan industri otomotif dari dalam negeri atau yang telah berinvestasi di Indonesia.

Sebelumnya, Agrinas Pangan mengimpor mobil truk dan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Impor ini terdiri atas 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70.000 unit dari Tata Motors yang mencakup 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam. Total nilai impornya mencapai Rp24,66 triliun.

Dari informasi yang beredar, salah satu alasan Agrinas mengimpor mobil buatan India lantaran industri di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan untuk mobil pikap dengan penggerak 4x4.

Namun langkah impor truk dan pikap dari India ini menuai sorotan luas. Pasalnya pengadaan 105.000 unit pikap dan truk oleh BUMN Pangan tersebut, dianggap bisa berdampak kurang baik pada industri kendaraan di dalam negeri yang diketahui merupakan sektor padat karya dengan ribuan pekerja.

Baca juga artikel terkait IMPOR atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana