tirto.id - Otoritas Imigrasi Amerika Serikat (AS) menerapkan kebijakan ketat menjelang Piala Dunia 2026. Beberapa kasus yang melibatkan delegasi sejumlah negara peserta Piala Dunia 2026 maupun ofisial pun mencuat dan menjadi sorotan publik.
Pemerintah AS melalui imigrasi dilaporkan menolak masuk wasit Omar Abdulkadir Artan asal Somalia, juga memeriksa striker Irak Aymen Hussein selama berjam-jam, dan membatasi akses delegasi Timnas Iran. Di saat bersamaan, beredar rekaman pemain Timnas Senegal diperiksa ketat di bandara.
Piala Dunia 2026 sendiri bakal berlangsung mulai tanggal 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Amerika Serikat bertindak sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko dalam perhelatan sepak bola terbesar sejagat kali ini.
Apa saja deretan kejadian menyangkut proses imigrasi di AS yang menuai atensi dan bagaimana respons FIFA terkait situasi tersebut? Simak daftar kasusnya.
AS Batasi Visa Rombongan Timnas Iran
Kontroversi lain muncul dari Iran. Menurut laporan BBC, pemerintah Iran menuduh AS sudah campur tangan politik di olahraga, usai sejumlah staf dan ofisial timnas mereka tidak memperoleh visa.
Pemerintah AS sebelumnya menyatakan seluruh pemain Iran dan "staf pendukung yang diperlukan" sudah memperoleh visa untuk mengikuti Piala Dunia 2026.
Namun, Kedutaan Besar Iran di Turki menyebut sebagian staf manajerial, eksekutif, dan penasihat teknis tidak memperoleh izin masuk ke AS.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan bahwa delegasi Iran tidak boleh terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Kedutaan Besar Iran di Turki meminta FIFA turun tangan menyikapi persoalan tersebut.
Terbaru, Timnas Iran akhirnya pindah basecamp ke Kota Tijuana, Meksiko. Para pemain dan staf hanya akan masuk ke wilayah AS pada hari pertandingan, lalu meninggalkan negara tersebut usai laga berakhir.
Wasit Asal Somalia Ditolak Masuk AS
Kasus terbaru melibatkan wasit FIFA asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan. Menurut laporan ABC News, Artan ditolak masuk ke AS setiba di Bandara Internasional Miami dari Istanbul pada Sabtu (7/6/2026) waktu setempat.
Otoritas Imigrasi AS menyebut Artan menjalani pemeriksaan tambahan sebagai bagian dari prosedur standar untuk memverifikasi informasi dan menentukan kelayakan seseorang memasuki wilayah AS.
Setelah diperiksa, Artan dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk karena "vetting concerns" atau masalah pemeriksaan latar belakang. Somalia masuk daftar negara yang dilarang secara penuh untuk berkunjung ke AS atau travel ban di era Presiden Donald Trump.
Artan akhirnya dicoret dari daftar wasit dan tidak akan memimpin laga di Piala Dunia 2026.
Striker Irak Diinterogasi Hampir 7 Jam
Laporan lain datang dari tim nasional Irak. Merujuk The Guardian, striker Irak Aymen Hussein sempat ditahan dan diperiksa selama hampir 7 jam setiba di Bandara O'Hare, Chicago, bersama skuad tim nasional pada awal Juni 2026.
Seorang pejabat olahraga Irak menyebut bahwa ponsel pribadi Hussein diperiksa oleh petugas imigrasi AS. Meskipun Hussein akhirnya diizinkan masuk ke negara Donald Trump tersebut, kejadian ini menjadi sorotan karena sang pemain datang sebagai atlet resmi, bukan imigran ilegal.
Fotografer Timnas Irak Dideportasi Paksa
Masih dari rombongan Timnas Irak. Seorang fotografer resmi Timnas Irak, Talal Salah, tidak memperoleh izin masuk. Talal Salah ditahan selama lebih dari 10 jam dan menjalani pemeriksaan ponsel dengan ketat.
Dikutip dari Al-Jazeera, Talal Salah akhirnya ditolak masuk dan dipaksa dideportasi kembali oleh otoritas AS karena alasan verifikasi keamanan.
Hingga laporan diterbitkan, otoritas imigrasi AS belum menanggapi insiden tersebut. Irak tampil di Piala Dunia 2026 setelah terakhir kali berlaga di Piala Dunia 1986.
Skuad Timnas Senegal Diperiksa Ketat
Timnas Senegal juga jadi sorotan setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pemain menjalani pemeriksaan ketat setiba di AS.
Menurut laporan Anadolu Agency, video dari jurnalis sepak bola Micky Jnr di X menampilkan para pemain berdiri di dekat bagasi mereka di area bandara, sambil menjalani pemeriksaan oleh petugas keamanan.
Dalam salah satu cuplikan, seorang pemain terlihat merentangkan tangan saat petugas memeriksa menggunakan alat pemindai genggam.
Hingga video tersebut beredar luas dan viral, belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Senegal, FIFA, maupun pemerintah AS terkait rekaman tersebut.
FIFA Lepas Tanggung Jawab?
Di tengah berbagai kasus tersebut, FIFA menegaskan keputusan soal visa dan izin masuk ke suatu negara berada di tangan pemerintah negara tuan rumah.
"Sejalan dengan acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diterima di negara mereka," demikian pernyataan FIFA, dikutip dari Associated Press.
Dalam pernyataannya menyangkut kasus Omar Abdulkadir Artan, FIFA mengatakan sudah menerima info dari otoritas terkait bahwa status wasit asal Somalia tersebut tidak berubah untuk saat ini.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko. Turnamen tersebut menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim nasional dan digelar di tiga negara secara bersamaan.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































