Menuju konten utama

Meksiko Mencekam, Apakah Tetap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026?

Situasi terkini di Meksiko usai El Mencho, bos kartel narkoba, tewas. Masyarakat khawatir hal ini akan mempengaruhi pelaksanaan Piala Dunia 2026.

Meksiko Mencekam, Apakah Tetap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026?
Halaman depan sebuah surat kabar lokal menampilkan berita tentang kematian Nemesio Oseguera, alias "El Mencho," gembong narkoba paling dicari di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir, di Mexico City pada 23 Februari 2026. AFP/Yuri CORTEZ / AFP

tirto.id - Situasi Meksiko setelah kematian Nemesio Oseguera Cervantes atau El Mencho pada 22 Februari kemarin sempat mencekam. Anak buah El Mencho meneror orang-orang dengan melakukan tindakan-tindakan radikal. Bagaimana nasib Piala Dunia 2026 yang akan digelar di sana?

Pertanyaan seputar nasib Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 menjadi perhatian, mengingat situasi di negara tersebut yang sempat tidak kondusif setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, El Mencho tewas dalam operasi militer Meksiko.

Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan optimis jika dalam pelaksanaannya tidak akan ada yang berubah dari rencana awal yakni Piala Dunia 2026 akan digelar di Meksiko.

Situasi Meksiko Terkini

Menurut laporan terkini dari sejumlah media internasional, situasi Meksiko mulai kembali normal, meski masih ada ketakutan dari warga setempat terutama di kota Guadalajara bagian barat Meksiko, jejak amukan kartel yang mengerikan pada Minggu lalu.

Menurut laporan BBC Rabu (25/2/2026), masih tampak puing-puing mobil yang hangus terbakar tergeletak di tepi jalan dan terdapat bekas aspal yang menghitam di jalan raya.

Kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG) membakar puluhan kendaraan sebagai respons atas tewasnya bos mereka, Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai “El Mencho”.

Pemandangan ini, bersama toko-toko swalayan yang dijarah atau dibakar, menyampaikan pesan yang persis ingin ditunjukkan CJNG: bahwa dengan atau tanpa pemimpin mereka, mereka tetap kuat dan mampu menebar kekacauan di jalanan, menanamkan rasa takut dan intimidasi dalam skala besar.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, berupaya melawan narasi tersebut. Dalam konferensi pers hariannya pada Senin (23/2/2026), ia menyatakan bahwa “kedamaian dan ketenangan” telah kembali ke sebagian besar wilayah negara dan memuji respons aparat keamanan.

Sementara itu, konvoi tentara dan polisi berpatroli di sekitar Guadalajara. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk memberi rasa aman, tetapi bagi banyak warga justru menambah rasa gelisah.

Meski aparat berjaga, jalanan tampak lebih lengang dari biasanya, tanda bahwa masyarakat khawatir akan kekerasan lanjutan, baik di Guadalajara maupun di seluruh negara bagian Jalisco. Sebagian besar usaha kecil tutup dan sekolah diliburkan karena para pekerja memilih tetap di rumah bersama keluarga mereka demi menghindari risiko.

Apakah Meksiko Tetap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026?

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan meskipun ia masih memiliki “kepercayaan penuh” namun ia menyebut FIFA terus memantau situasi keamanan di Meksiko.

"Tentu saja, kami memantau situasi di Meksiko saat ini, tetapi saya ingin mengatakan sejak awal bahwa kami memiliki kepercayaan penuh pada Meksiko, pada presidennya, Claudia Sheinbaum, dan pada pihak berwenang, dan kami yakin bahwa semuanya akan berjalan semulus mungkin," kata Infantino seperti diberitakan ESPN.

Setelah kematian El Mencho, terjadi aksi balasan dan kerusuhan di berbagai negara bagian, sehingga Federasi Sepak Bola Meksiko terpaksa menunda beberapa pertandingan, termasuk laga Liga MX antara Queretaro dan Juarez FC.

Negara bagian Jalisco, termasuk ibu kotanya Guadalajara, memang sempat berada dalam status darurat sejak Minggu. Padahal, Guadalajara bersama Mexico City dan Monterrey dijadwalkan menjadi tuan rumah total 13 pertandingan Piala Dunia musim panas ini, ketika Meksiko menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Stadion Estadio Akron di Guadalajara bahkan akan menjadi lokasi playoff kualifikasi Piala Dunia bulan depan serta empat pertandingan fase grup pada Juni. Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, menegaskan bahwa tidak ada risiko Meksiko kehilangan statusnya sebagai tuan rumah setelah pertemuan dengan otoritas sepak bola dunia.

Infantino juga menyinggung bahwa dalam waktu dekat Meksiko akan menggelar pertandingan playoff Piala Dunia serta peresmian stadion Azteca yang telah direnovasi. Ia kembali menekankan bahwa Piala Dunia akan menjadi perayaan besar sepak bola.

"Kami akan mengadakan beberapa pertandingan di Meksiko dalam sebulan, babak play-off Piala Dunia, dan Stadion Azteca yang baru juga akan diresmikan," kata Infantino.

"Meksiko adalah negara sepak bola yang hebat. Seperti di setiap negara di dunia, hal-hal tak terduga bisa terjadi; kita tidak hidup di bulan atau planet lain. Itulah mengapa kita memiliki pemerintah, polisi, dan otoritas yang akan memastikan ketertiban dan keamanan." paparnya.

Dukungan juga datang dari Presiden Federasi Sepak Bola Kolombia, Ramon Jesurun, yang menyatakan keyakinannya bahwa Meksiko mampu mengatasi situasi ini dengan cepat, mengingat Kolombia dijadwalkan bermain di Mexico City dan Guadalajara.

"Dua pertandingan pertama kami akan berlangsung di Meksiko, tetapi kami tahu mereka akan mengatasi ini dan terus maju. Saya memiliki keyakinan mutlak dan total dalam pemikiran geopolitik saya bahwa ini adalah masalah yang akan diatasi Meksiko, dan diatasi dengan sangat cepat," ujar Ramon Jesurun.

Namun, tidak semua pihak merasa sepenuhnya tenang. Federasi Sepak Bola Portugal menyatakan bahwa mereka sedang memantau perkembangan situasi menjelang laga persahabatan melawan Meksiko pada Maret.

Presiden Federasi Sepak Bola Jamaika, Michael Ricketts, juga mengaku cemas terkait rencana laga playoff antarbenua di Guadalajara.

"Pertandingan akan berlangsung pada akhir Maret, jadi kita masih punya waktu satu bulan lagi untuk melihat apa yang terjadi; tetapi jujur saja, ini membuat saya sangat gugup. Kami akan menunggu instruksi dari Concacaf dan FIFA [mengenai] apakah mereka akan tetap menggelar pertandingan atau apakah mereka akan segera mencari opsi lain" ucap Ricketts.

Selain itu, Monterrey juga akan menjadi tuan rumah playoff lain yang melibatkan Bolivia, Suriname, dan Irak untuk memperebutkan tiket ke putaran final.

Meski ada kekhawatiran dari beberapa negara, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa terdapat “jaminan penuh” pertandingan Piala Dunia di Guadalajara akan berjalan sesuai rencana dan tidak ada risiko bagi penyelenggaraan turnamen.

Baca juga artikel terkait MEKSIKO atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra