tirto.id - Indonesia bakal mempertimbangkan permintaan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk memasok kebutuhan energi berupa liquefied natural gas (LNG) dan batu bara ke negara tersebut.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan membahas lebih lanjut permintaan ini mengingat kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk komoditas LNG, juga terus mengalami peningkatan.
"Tentu ini nanti akan menjadi hal tersendiri, karena kita memang domestic demand terhadap LNG juga meningkat. Jadi nanti itu yang akan kita bahas ke depan," bebernya dalam keterangan pers kepada awak media, dikutip YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/4/2026).
Menurut Airlangga, permintaan ini disampaikan kepada Indonesia karena pasokan LNG dan batu bara Korea Selatan mengalami gangguan akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pasalnya, sekitar 70 persen kebutuhan energi Seoul masih mengandalkan pasokan dari negara-negara di Timur Tengah.
"Korea yang 70 persen daripada energinya bergantung kepada Timur Tengah, itu merasa bahwa ada alternative energy yang bisa dibantu oleh Indonesia, yaitu terkait dengan supply LNG dan batu bara," kata dia.
Sementara itu, permintaan Korea Selatan akan komoditas LNG dan batu bara ini disampaikan langsung saat Lee menerima kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae. Menurutnya, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang memicu ketidakpastian pasokan energi global.
Dus, kerja sama antara kedua negara dinilai sangat krusial di tengah ancaman krisis energi global.
"Kerja sama antara kedua negara kita yang memiliki nilai-nilai yang sama akan sangat penting, terutama mengingat situasi di Timur Tengah,” tutur Lee, Rabu (1/4/2026).
Ia pun berharap pasokan energi dari Indonesia dapat membantu meredam dampak krisis terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri Korea Selatan.
“Kami sangat yakin bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batu bara secara stabil kepada Korea,” sambungnya dalam konferensi pers bersama.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































