tirto.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mendatangi kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (4/8/2025). Ia memastikan kebebasan akademik terjaga usai insiden penembakan gas air mata oleh aparat di dalam kampus yang terjadi pada Senin (2/8/2025) malam.
"Saya datang ke sini intinya hanya satu. Mau memastikan kebebasan akademik tetap jalan. Karena itu Presiden Prabowo menempatkan kebebasan akademik nomor 1 dalam Astacita," kata Pigai pada wartawan di Unisba, Kamis (4/8/2025).
Pigai bilang, Indonesia merupakan negara yang maju karena masyarakatnya pintar dan cerdas. Oleh sebab itu,menurutnya kebebasan akademik harus dijaga.
"Bangsa kita ini maju karena ada komunitas kampus, orang-orang pintar, cerdas, teknokrat, pembangunan, bahkan semua pemimpin bangsa adalah alumni universitas," tambah Pigai.
Selain memastikan kebebasan akademik terjaga. Pigai juga akan mengunjungi Polda Jabar untuk memastikan para demonstran yang ditahan dalam keadaan sehat.
"Kemarin saya sudah bertemu dengan Pak Kapolri, tujuannya untuk mereka yang ditahan, pelayanan kesehatan mereka, dipastikan dalam kondisi yang sehat dan baik," ujar Pigai
Sebelum ke Unisba, Pigai bersama jajarannya mengunjungi RSHS Bandung untuk menjenguk mahasiswa yang terluka. Dia menyebut biaya korban serta perawatan ditanggung oleh pemerintah. Jaminan itu ada seusai pihaknya mengadakan pertemuan dengan Menteri Sosial.
"Semua korban yang nanti kita identifikasi korban semuanya, kemudian seluruh korban ditanggung pemerintah. Mulai dari korban untuk perawatan sampai dengan pemulihan, setelah mereka sembuh, jadi akan menjadi tanggungan pemerintah," jelas Pigai.
Namun, Pigai belum bisa menjawab jumlah pasti korban unjuk rasa di Indonesia. Ia kemudian meminta agar aparat kepolisian membedakan antara demonstran dan perusuh.
"Saya yakin yang demonstran ini banyak mungkin sudah dikembalikan sebagian besar. Tapi, kalau perusuh itu tergantung tindakan dia apa. Polisi pun harus transparan atas tuduhannya apa," tandasnya.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































