tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok 209,10 poin atau 2,57 persen ke level 7.915,65 pada penutupan perdagangan hari ini (17/10/2025). Tekanan jual yang meluas di hampir semua sektor tersebut bahkan membuat indeks sempat menyentuh level terendah 7.854,30 pada sesi kedua perdagangan.
Namun, di tengah pelemahan tajam tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mengajak investor untuk tetap tenang dan melihat situasi ini sebagai peluang. Ia menilai kondisi pasar saat ini merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk “hajar kanan alias HAKA”, atau membeli saham saat harga sedang turun.
"Kalau investor tahu, nggak usah takut. Good time to buy. Buy at the dip," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jumat.
Purbaya mengatakan, pelemahan pasar saham tidak perlu dikhawatirkan karena pemerintah sedang berupaya memperkuat fundamental ekonomi secara menyeluruh. Ia optimistis langkah-langkah reformasi ekonomi yang ditempuh akan membawa perubahan besar terhadap perekonomian nasional.
"Kita lagi betulin fondasinya secara serius. Ini akan mengubah profil ekonomi ke depan," jelasnya.
Optimisme tersebut tercermin dari proyeksi Purbaya terhadap kinerja pasar saham ke depan. Ia memperkirakan IHSG berpotensi menguat menuju level 9.000 pada akhir tahun ini, bahkan bisa meningkat empat hingga lima kali lipat dari posisi saat ini pada tahun 2030.
"Akhir tahun bisa 9 ribu. Nggak terlalu sulit. Setelah mereka (investor) tahu program yang saya jalankan betul-betul dijalankan dengan benar, fondasi ekonomi akan bergerak," tegasnya.
Sementara itu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pelemahan terjadi secara luas pada perdagangan hari ini. Sebanyak 598 saham tercatat melemah, sementara hanya 116 saham yang menguat. Nilai transaksi mencapai Rp28,44 triliun.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































