Menuju konten utama

HUT TNI Diharap Jadi Momentum Memperkuat Persatuan dengan Rakyat

TNI jangan salah persepsi menganggap dirinya sebagai tentara nasional. Sebab, TNI merupakan tentara rakyat, tentara pejuang, baru kemudian tentara nasional.

HUT TNI Diharap Jadi Momentum Memperkuat Persatuan dengan Rakyat
Acara silaturahmi FPP TNI bersama keluarga besar Pahlawan Revolusi di Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/10/2025). tirto.id/Fina Nailur R

tirto.id - Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) TNI, Ketua Forum Purnawirawan Prajurit TNI/FPP-TNI, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, menyampaikan harapan agar TNI bisa bersatu dengan rakyat. Memperkuat bakti TNI sebagai tentara rakyat, yang lahir dari rakyat, bekerja bersama rakyat, dan untuk kepentingan rakyat.

Eks Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menegaskan TNI jangan sampai salah persepsi menganggap dirinya sebagai tentara nasional. Sebab, TNI merupakan tentara rakyat, tentara pejuang, baru kemudian tentara nasional.

"Jadi tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional. Ini harus ditangani betul-betul, jangan sampai TNI dengan rakyat itu tidak bersatu. Karena kekuatan yang ada di NKRI hanyalah rakyat dan TNI bersatu," kata Tyasno, saat ditemui di Museum Sasmitaloka Ahmad Yani, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/10/2025).

Ia menjelaskan, maksud tentara pejuang yakni melaksanakan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945. Dengan kata lain mengamankan tanah air, mengamankan bangsa, pribumi, dan mengamankan NKRI yang berdasarkan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Nah oleh karena itu, maka kita mengharapkan TNI jangan sampai lepas dari Sapta Marga Sumpah Prajurit. TNI jangan lepas, harus memperjuangkan untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli, di mana Pancasila itulah berada pada Undang-Undang Dasar 1945 yang asli," tutur Tyasno.

Sementara khusus untuk melawan komunis atau ancaman PKI gaya baru, FPP-TNI mendorong TNI untuk bersatu dengan rakyat, ulama, dan semua yang umar-umat berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

"Dan ini harus diingat, bahwa keinginan dari komunis Itu akan menguasai Indonesia dengan mengubah Pancasila. Dengan mengubah Pancasila menjadi landasannya komunis. Komunis itu anti ketuhanan. Oleh karena itu maka ini harus betul-betul menjadi perjuangan dari kita, keingatan dari kita," kata Tyasno.

Dia juga mengingatkan kepada TNI untuk tidak lupa menyiapkan apa itu arti dari merdeka. Pertama, arti merdeka adalah, di dalam politik harus berkuasa alias jangan sampai dikuasai oleh luar. Kemudian ekonomi harus berdikari untuk kepentingan rakyat.

Baca juga artikel terkait HUT TNI atau tulisan lainnya dari Fina Nailur Rohmah

tirto.id - Flash News
Reporter: Fina Nailur Rohmah
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Siti Fatimah