Menuju konten utama

Hikmah Sakit saat Lebaran Menurut Islam dan Doa Orang Sakit

Apa saja hikmah sakit saat Lebaran menurut Islam? Berikut ini penjelasan hikmah sakit menjelang Lebaran, saat Lebaran, dan setelah Lebaran serta doanya.

Hikmah Sakit saat Lebaran Menurut Islam dan Doa Orang Sakit
Ilustrasi Islam. Adapun muslimin dan muslimat yang sakit saat Lebaran menurut Islam akan mendapatkan hikmah tertentu. foto/Istockphoto

tirto.id - Lebaran merupakan momentum penuh sukacita meskipun terkadang ada seseorang yang sakit karena kondisi tertentu. Kendati begitu, terdapat hikmah dan arti di balik sakit saat Lebaran menurut Islam.

Sakit menjelang Lebaran, sakit saat Lebaran, atau sakit setelah Lebaran dapat menimpa siapa pun. Misalnya bagi individu yang tidak menjaga pola makan, pola istirahat, dan gaya hidupnya tidak baik.

Berdasarkan perspektif keagamaan, sakit saat Lebaran menurut Islam mengandung hikmah dan makna tertentu. Begitu pula dengan sakit setelah Lebaran atau sakit sebelum Lebaran menurut Islam.

​Hikmah Sakit saat Lebaran Menurut Islam

Ilustrasi jenguk orang saki

Ilustrasi jenguk orang sakit. FOTO/iStockphoto

Apa saja hikmah sakit saat Lebaran menurut Islam? Pada dasarnya, sakit merupakan sarana untuk menghapus dosa, meningkatkan derajat, dan mengingatkan manusia untuk kembali dekat kepada Allah SWT.

Berikut ini hikmah sakit saat Lebaran menurut Islam.

1. Menjadi Kebaikan

Hikmah ujian sakit akan menjadi suatu kebaikan bagi yang mengalaminya jika menjalani dan menerima sakit dengan sabar dan ikhlas. Poin pertama tentang hikmah sakit satu ini termuat dalam sebuah hadis:

Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya,” (HR Muslim).

2. Menggugurkan Dosa

Hikmah sakit saat Lebaran menurut Islam selanjutnya ialah dapat menghapus dosa. Ujian sakit dapat menjadi kafarat dosa bagi setiap muslim.

Penjelasan tentang ini terdapat dalam QS Asy-Syu'ara ayat 30 berikut:

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ ۝٣٠

Wa mâ ashâbakum mim mushîbatin fa bimâ kasabat aidîkum wa ya‘fû ‘ang katsîr.

Artinya:

“Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri dan (Allah) memaafkan banyak (kesalahanmu),” (QS Asy-Syua'ra: 30).

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: 

”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya,” (HR Muslim).

3. Membawa Keselamatan dari Neraka

Hikmah sakit menurut Islam berikutnya ialah dapat membawa keselamatan dari neraka. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis:

“Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi,” (HR Muslim).

Muslimin dan muslimat yang merasakan sakit menjelang Lebaran atau saat Lebaran harus menerima dengan ikhlas. Jangan sampai mencaci-maki penyakit yang sedang dirasakan.

4. Mengingatkan Kelalaian

Sakit bisa menjadi pengingat bagi setiap manusia terhadap berbagai kelalaian. Ketentuan mengenai pendapat ini berlaku bagi mereka yang terkena penyakit dan tertimpa.

Apabila sebelumnya jauh dari mengingat Allah SWT, sakit bisa menjadi pengingat untuk kembali dekat kepada Sang Pencipta. Dengan demikian, seseorang bisa kembali mengingat dan mendekatkan diri.

Sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Anam ayat 42 sebagai berikut:

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَآ اِلٰٓى اُمَمٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَخَذْنٰهُمْ بِالْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ ۝٤٢

Wa laqad arsalnâ ilâ umamim ming qablika fa akhadznâhum bil-ba'sâ'i wadl-dlarrâ'i la‘allahum yatadlarra‘ûn.

Artinya:

“Sungguh, Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, (tetapi mereka membangkang,) kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar tunduk merendahkan diri (kepada Allah),” (QS Al-Anam: 42).

Kenapa Orang Diberi Sakit Menurut Islam?

Ilustrasi Anak Opname

Ilustrasi Anak Opname. foto/IStockphoto

Kenapa orang diberi sakit menurut Islam? Alasan orang mengalami sakit menjelang Lebaran, saat Lebaran, dan setelah Lebaran adalah menjadi salah satu bentuk ujian dan cobaan Allah SWT.

Sang Pencipta akan menguji keimanan dan kesabaran hamba-Nya melalui sakit tersebut. Bahkan, ketentuan mengenai hikmah sakit menurut Islam banyak dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an dan Hadis.

Lantas, kenapa orang diberi sakit menurut Islam? Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةًۗ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ ۝٣٥

Kullu nafsin dzâ'iqatul-maût, wa nablûkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainâ turja‘ûn.

“Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan,” (Al-Anbiya: 35).

Rasulullah SAW juga bersabda:​

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan... Jika dia mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya," (HR Muslim)​.

Doa Sakit Saat Lebaran Menurut Islam

Ilustrasi berdoa

Ilustrasi berdoa. FOTO/iStockphoto

Islam mengajarkan setiap penganutnya untuk senantiasa mendoakan orang yang sedang sakit. Bahkan, saudara sesama muslim perlu menjenguk individu yang tidak sehat.

Doa sakit saat Lebaran menurut Islam perlu dilafalkan ketika mendengar berita seseorang sakit atau ketika menjenguknya. Berbagai hal bisa saja menyebabkan seseorang menjadi sakit saat Lebaran.

Lantas, bagaimana doa sakit saat Lebaran menurut Islam? Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar mengutip sejumlah riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabatnya yang sakit.

Dikutip dari laman NU Online, menurut sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan sahabatnya dengan berbagai lafal doa. Nabi Muhammad SAW mendoakan kesembuhan untuk keluarganya sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA sebagai berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

Artinya:

“Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,” (lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

Rasulullah SAW juga melafalkan doa ketika menjenguk seorang badui yang menderita demam. Sebagaimana dalam riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA berikut.

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Lā ba’sa thahūrun insyā’allāh.

Artinya:

“(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).

Selain itu, ada pula doa untuk orang sakit ini Rasulullah SAW baca untuk sahabat Salman Al-Farisi RA. Bacaan doa tersebut ada sebagaimana riwayat Ibnu Sunni berikut.

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

“Wahai [sebut nama orang yang sakit], semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,” (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).

Hikmah sakit saat Lebaran menurut Islam dan doa untuk orang sakit perlu dipahami dengan baik. Sakit saat Lebaran merupakan hal yang tidak diharapkan setiap orang.

Pastikan juga untuk terus mengikuti ketentuan hukum Islami yang berhubungan dengan Lebaran di sini.

Informasi Lebaran Terbaru

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada