Menuju konten utama

Hashim Yakin Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Perumahan Capai 2 %

Menurut Hashim, pertumbuhan ekonomi itu dapat terealisasi saat Pemerintah Pusat mendirikan tiga juta rumah baru per tahun.

Hashim Yakin Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Perumahan Capai 2 %
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutannya pada Peluncuran Pasar Renewable Energy Certificate dan Sinergi Ekosistem Pasar Derivatif di Jakarta, Rabu (9/7/2025). ICDX bersama Bank Indonesia, OJK, dan Bappebti meluncurkan Pasar Renewable Energy Certificate dan Sinergi Ekosistem Pasar Derivatif untuk mengimplementasikan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), serta mengembangkan pasar keuangan di Indonesia. ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan/Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusomo, meyakini pertumbuhan ekonomi dari sektor perumahan dapat mencapai 1,5-2 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu dapat terealisasi saat Pemerintah Pusat mendirikan tiga juta rumah baru per tahun.

"Kita sudah perkirakan, kalau nanti semua jalan sesuai dengan keinginan kita, ya 3 juta rumah apartemen kalau bisa tiap tahun, ya, ini kita bisa dapat 1,5-2 persen ya," tuturnya saat groundbreaking rumah susun (rusun) di kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/2/2026).

Hashim menyebutkan, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi per tahun mencapai 5,3 persen dan pertumbuhan ekonomi dari sektor perumahan mencapai 2 persen, total pertumbuhan ekonomi secara tahunan dapat mencapai 7 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu disebut belum mencakup sektor investasi dan hilirisasi. Jika mencakup sektor investasi dan hilirisasi, pertumbuhan ekonomi disebut dapat mencapai 8 persen.

"Kalau sekarang pemerintah 5,3 persen, dari perumahan kita bisa dapat sampai 7 persen," tuturnya.

"Dari proyek-proyek hilirisasi, ya mungkin [Menteri Investasi dan Hilirisasi] Pak Rosan yang lebih ahli dari saya, itu bisa tambah mungkin 1 persen ya, Pak Rosan. Mungkin lebih. Itu saya kira kita sudah bisa capai 8 persen per tahun," lanjut Hashim.

Ia menyebutkan, masyarakat Indonesia masih banyak yang membutuhkan rumah layak huni. Mengingat, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang bermukim di rumah tidak layak huni.

"Ada 27 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni. Berarti tempat kumuh, gubuk-gubuk, tempat tidak ada air, tidak ada listrik, dan sebagainya," katanya.

"So, memang tantangan besar, tapi ini adalah kesempatan untuk kita dan saya yakin ya ke depan ekonomi kita akan melampaui 8 persen per tahun," sambung Hashim.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama