tirto.id - Chief Economist PT Bank Mandiri Andry Asmoro mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 dapat mencapai di atas lima persen.
Menurut Asmoro, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bisa lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen.
"Mungkin angkanya [pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026], kemungkinan bisa di atas dari kuartal IV yang kemarin [2025]," ucapnya di Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Ada sejumlah faktor yang diyakini dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 hingga lebih dari lima persen. Salah satu yang paling signifikan adalah momen Ramadhan dan Lebaran 2026. Masyarakat diyakini akan membelanjakan uang saat momen Ramadhan serta Lebaran 2026.
Sementara itu menurut Asmoro, momen lain, yakni angka pertumbuhan ekonomi atau inflasi terlihat sangat tinggi secara persentase karena dibandingkan dengan angka dasar tahun sebelumnya yang sangat rendah (low base effect).
"Yang ketiga, adanya akselerasi belanja ya di BNPB dan Koperasi Desa Merah Putih," tuturnya.
Asmoro menyebutkan, perjanjian tarif resiprokal (agreement of reciprocal trade, ART) RI dengan Amerika Serikat (AS) juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026.
Peningkatan pertumbuhan itu berlangsung beriringan dengan pertumbuhan ekspor RI-AS. Mengingat, ia berujar, AS selalu menjadi negara dengan tujuan ekspor tertinggi setelah Cina.
"Kalau kesepakatan itu terjadi, memang yang perlu kita lihat adalah bagaimana comparative advantage-nya juga dengan negara-negara yang closest competitor kita misalnya. Kalau kita mendapatkan comparative advantage tadi, keuntungan tadi, ya artinya memang akan bisa mendorong pertumbuhan ekspor kita," urai Asmoro.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id





































