tirto.id - Harga minyak melanjutkan kenaikan pada Senin (18/5/2026) pagi, seiring upaya untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran tampak menemui jalan buntu.
Kondisi ini terjadi setelah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Uni Emirat Arab (UEA) diserang, sementara Presiden AS diperkirakan akan membahas opsi militer terkait Iran.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,44 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi 110,70 dolar AS per barel pada pukul 23.37 waktu setempat, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Mei di awal perdagangan.
Pada awal pekan ini, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level 107,26 dolar AS per barel, naik 1,84 dolar AS atau 1,75 persen, setelah sempat mencapai posisi tertinggi sejak 4 Mei.
Kedua kontrak minyak tersebut melonjak lebih dari 7 persen pada perdagangan pekan lalu seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai yang dapat mengakhiri serangan dan penyitaan kapal di sekitar Selat Hormuz.
Di sisi lain, pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang juga dilakukan pada pekan lalu berakhir tanpa adanya sinyal dari negara pengimpor minyak terbesar di dunia tersebut bahwa Beijing akan membantu menyelesaikan konflik.
Sementara itu, serangan drone terhadap Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, serta pernyataan keras dari Amerika Serikat dan Iran, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik.
Pejabat Uni Emirat Arab menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki sumber serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah dan menegaskan bahwa UEA memiliki hak penuh untuk merespons “serangan teroris” semacam itu.
Arab Saudi, yang berhasil mencegat tiga drone yang memasuki wilayahnya dari arah wilayah udara Irak, memperingatkan akan mengambil langkah operasional yang diperlukan untuk menanggapi setiap upaya pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negaranya.
“Serangan drone ini merupakan peringatan yang sangat jelas — serangan baru AS atau Israel terhadap Iran dapat memicu lebih banyak serangan proksi terhadap fasilitas energi dan infrastruktur vital di kawasan Teluk oleh Iran maupun kelompok-kelompok proksinya di kawasan,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore dikutip Reuters, Senin (18/5).
Sementara itu, menurut laporan Axios, Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu dengan para penasihat keamanan nasional utama pada Selasa (19/5) untuk membahas berbagai opsi tindakan militer terkait Iran.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




































