Menuju konten utama

Harga Bahan Bangunan akan Naik Imbas Konflik Iran vs AS-Israel

Doddy meyakini harga bahan pokok konstruksi seperti besi dan semen akan naik imbas dinamika imbas geopolitik global.

Harga Bahan Bangunan akan Naik Imbas Konflik Iran vs AS-Israel
Diskusi di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (2/4/2026). foto/Dok. Nanda

tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan potensi kenaikan harga bahan bangunan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya terkait perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Meski saat ini belum terjadi kenaikan sejumlah harga bahan bangunan, ia meyakini harga bahan pokok konstruksi seperti besi dan semen akan terdongkrak.

"Sementara ini belum, tapi saya yakin pasti nanti akan ada kenaikan," ujar Doddy dalam diskusi di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menurut Doddy, fluktuasi harga energi imbas geopolitik global akan berimbas langsung pada sektor infrastruktur. Dengan demikian, mau tak mau akan ada penyesuaian kontrak.

"Pada saatnya kami akan informasikan kepada publik. Kalau memang harga besi terutama, atau semen itu naik tinggi, mau tidak mau kami akan melakukan eskalasi kontrak," ucapnya.

Eskalasi kontrak yang dimaksud adalah penyesuaian nilai kontrak proyek pemerintah agar pelaksanaan konstruksi tidak terhambat kenaikan material. Namun, Doddy memastikan kebijakan itu belum diberlakukan saat ini.

"Belum, nanti kami akan sampaikan kepada publik di waktu yang tepat," tambahnya.

Di sisi lain, Doddy mendorong percepatan pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) untuk mengurangi ketergantungan impor. Ia mengungkapkan hampir 80 persen aspal nasional masih berbasis minyak bumi impor, sementara kebutuhan mencapai 1 juta ton per tahun.

"Dinamika geopolitik global, termasuk di Timur Tengah, telah memicu fluktuasi harga energi. Ini risiko bagi pembangunan nasional," ujarnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan Asbuton hingga 30 persen. Kebijakan itu disebut berpotensi menghemat devisa Rp4 triliun dan meningkatkan penerimaan pajak Rp2 triliun.

Selain itu, pengembangan industri Asbuton disebut juga dapat menciptakan nilai tambah ekonomi hingga sekitar Rp23 triliun.

“Ini peluang untuk berdiri di atas kaki sendiri," ujar Doddy.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto