Menuju konten utama

Pasar Tunggu AS Mundur dari Perang Iran, Harga Minyak Turun

Harga minyak turun lebih dari 1 dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (2/5/2026) pagi karena pasar menunggu pidato Presiden AS, Donald Trump.

Pasar Tunggu AS Mundur dari Perang Iran, Harga Minyak Turun
Ladang minyak terlihat di wilayah Dibis, pinggiran Kirkuk, Irak, Selasa (17/10). ANTARA FOTO/REUTERS/Alaa Al-Marjani
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak turun lebih dari 1 dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (2/5/2026) pagi karena pasar menunggu pidato Presiden AS, Donald Trump, yang dapat menandakan mundurnya Paman Sam dari perang di Iran.

Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 1,16 dolar AS, atau 1,15 persen menjadi 100 dolar AS per barel pada pukul 12.04 GMT. Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,41 dolar AS atau 1,41 persen, menjadi 98,71 dolar AS per barel.

Kedua jenis minyak yang menjadi acuan harga minyak global tersebut berakhir lebih rendah dari sesi sebelumnya.

Sementara itu, pada Rabu (1/4/2026) kemarin Trump menyatakan kepada Reuters, beberapa jam sebelum pidato yang direncanakan pada pukul 9 malam waktu EDT (01.00 GMT pada Kamis), bahwa Amerika Serikat akan mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu yang cukup dekat. Kabar ini memicu aksi jual aset secara besar-besaran oleh para pelaku pasar.

“Penjualan besar-besaran semalam semakin meningkat seiring dengan bertambahnya harapan bahwa konflik Iran akhirnya mulai mereda,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.

“Pasar secara luas memperkirakan nada yang jelas lebih dovish (cenderung longgar/akomodatif)," lanjutnya.

Meski begitu, Sycamore juga menilai keluarnya AS dari Perang Iran dinilai tidak menjamin dibukanya kembali Selat Hormuz. Apalagi, jika mundurnya AS tersebut tidak disertai dengan perjanjian gencatan senjata yang diumumkan secara formal.

"Jika Amerika Serikat mundur tanpa kesepakatan gencatan senjata resmi yang menjamin kelancaran jalur pelayaran, sementara sekutu regionalnya dan aset energi mereka tetap rentan terhadap serangan Iran, maka premi risiko diperkirakan masih akan terus menekan harga minyak," tutur dia.

Di sisi lain, ancaman terhadap lalu lintas maritim semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konflik di seluruh wilayah. Kemarin misalnya, Kementerian Pertahanan Qatar mengumumkan sebuah kapal tanker minyak yang disewakan kepada QatarEnergy dihantam oleh rudal jelajah Iran di perairan negara tersebut.

Pada hari yang sama, Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol memperingatkan bahwa gangguan pasokan akan mulai berdampak pada ekonomi Eropa pada bulan April. Padahal, benua tersebut sebelumnya telah dilindungi oleh kargo yang dikontrak sebelum perang dimulai.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang