Menuju konten utama

Hakim Heran, Kesaksian Saksi Kasus Chromebook Terlalu Seragam

Hakim Tipikor menyoroti kemiripan detail kesaksian sejumlah saksi, termasuk soal peran Jurist Tan, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Hakim Heran, Kesaksian Saksi Kasus Chromebook Terlalu Seragam
Eks Dirjen Paudasmen Kemendikbudristek, Hamid Muhammad saat menjadi saksi bagi terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Nadiem Makarim di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026). tirto.id/M. Irfan Al Amin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hakim anggota Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Andi Saputra, mempertanyakan kesaksian yang disampaikan oleh eks Plt. Dirjen PAUDasmen Kemendikbudristek, Hamid Muhammad.

Dalam sidang, Hamid dinilai memiliki keterangan yang sama dengan para saksi sebelumnya; Dirjen Paudasmen Kemendikbud Ristek, Jumeri, dan Widyaprada Ahli Utama di Ditjen PAUDasmen Kemendikbudristek, Sutanto. Ketiganya menyampaikan bahwa Mendikbudristek 2019-2025, Nadiem Makarim memilih untuk lebih percaya terhadap staf khususnya dibanding pejabat eselon yang ada di internal kementerian.

Andi membacakan berita acara perkara (BAP) milik Hamid yang sudah ditandatanganinya saat memberi pernyataan di hadapan penyidik kejaksaan. Dalam BAP tersebut, Hamid menyebut nama para staf khusus menteri seperti Jurist Tan, Ibrahim Arif alias Ibam, hingga kajian mengenai Wartek yang ditengarai amat serupa dengan keterangan para saksi sebelumnya, kaitannya perihal pengadaan laptop Google Chromebook.

"Pertanyaan saya, mengapa jawaban Bapak sama persis dengan jawabannya Jumeri? Saksi tadi?" tanya Andi dalam sidang agenda pemeriksaan saksi bagi terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam internal Kemendikbudristek, di PN Tipikor Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

"Saya tidak tahu," jawab Hamid singkat.

Andi kembali mencecar Hamid yang menurutnya terlalu memiliki banyak kesamaan dengan kesaksian Jumeri. Dia mencatat bahwa perbedaan antara Jumeri dan Hamid hanya pada sosok Saud yang hanya disebut pada keterangan milik Jumeri.

"Yang membedakan, di kesaksiannya Jumeri itu yang beda hanya 'anda kenal siapa?' disitu disebut 'Saud. Saud itu staf khusus.' Kalau di jawaban Anda diganti 'Ibrahim Arif'. Kenapa bisa sama Pak, narasinya?" tanya Andi.

"Saya tidak tahu pak, karena penyidiknya berbeda-beda," jawab Hamid.

Hal yang membuat Andi semakin skeptis adalah kesamaan narasi pernyataan antara Hamid dan Jumeri yang terlalu presisi di setiap kata dan kalimatnya.

Meski demikian, Hamid bersikeras bahwa keterangannya di BAP adalah murni tanpa ada arahan atau tekanan dari pihak manapun. Hamid juga berdalih bahwa dia menjadi saksi yang diperiksa paling pertama, sehingga tidak mengetahui pihak lain sebelum maupun sesudahnya.

"Ya, saya kan diperiksa paling awal, jadi saya tidak mencontoh siapapun," tegasnya.

"Jadi dipastikan tidak ada yang mengorkestrasi jawaban Anda?," tanya Andi.

"Nggak," tegas Hamid.

Baca juga artikel terkait KASUS KORUPSI LAPTOP CHROMEBOOK atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Alfons Yoshio Hartanto