Menuju konten utama

Gubernur BI Minta Bank Berhenti 'Wait and See' Salurkan Kredit

BI ramalkan titik tengah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2025 adalah 5,3 persen.

Gubernur BI Minta Bank Berhenti 'Wait and See' Salurkan Kredit
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti (kiri) dan Deputi Gubernur BI Juda Agung (kanan) menyampaikan paparan pada Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) meminta perbankan untuk menghentikan sikap wait and see (tunggu dan lihat) dan mengakselerasi realisasi penyaluran kredit kepada sektor industri.

Jika wait and see berlanjut, Indonesia berpotensi ‘ketinggalan kereta’ dan optimisme yang membawa ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi bisa menghilang.

“Mari optimis, optimis, optimis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Berhentilah wait and see. Kalau kita teruskan wait and see, kita akan ketinggalan kereta. Optimisme itu lah yang akan membawa ekonomi kita lebih baik,” ujar dia, dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 secara daring, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, ia juga meminta seluruh lembaga pemerintah, dunia usaha dan perbankan untuk membangun komitmen serta memberikan usaha terbaik dan semaksimal mungkin untuk meningkatkan ekonomi Indonesia.

Dari sisi Bank Indonesia, Perry berkomitmen untuk merumuskan dan melaksanakan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui bauran kebijakan Bank Indonesia, baik di moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, ekonomi kerakyatan, dan juga berbagai hal,” tambahnya.

Sementara itu, setelah melewati 2025 dengan kinerja yang baik, Perry yakin pada 2026 dan 2027 ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik lagi. Dia memperkirakan, di sepanjang 2025 ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,7-5,5 persen.

Tahun 2026, ia meramal pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4,9-5,7 persen, dengan titik tengah ada level 5,3 persen dan akan meningkat lagi menjadi 5,1-5,9 persen pada 2027. Adapun, titik tengah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2027 adalah 5,5 persen.

“Mari kita bangun optimisme ini, keyakinan itu yang akan membawa ekonomi kita akan lebih tinggi. Inflasi kami perkirakan 2,5 sampai 2,5 plus 1 persen pada 2026-2027. Kami Bank Indonesia dan pemerintah akan memastikan inflasi stabil, harga terjangkau,” kata Perry.

Baca juga artikel terkait PERRY WARJIYO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana