Menuju konten utama

GPCI Mulai Berlayar ke Gaza Bersama Armada Global Sumud Flotilla

Dua perwakilan GPCI, yakni Chiki Fawzi dan Maimon Herawati, turut serta dalam pelayaran Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

GPCI Mulai Berlayar ke Gaza Bersama Armada Global Sumud Flotilla
Enam delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) memulai pelayaran akbar Global Sumud Flotilla (GSF) di Port de Vell, Barcelona, Minggu (12/4/2026). Doc: GPCI
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Relawan yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama aktivis dari berbagai negara memulai pelayaran menembus Gaza bersama armada Global Sumud Flotilla.

Misi tersebut dimulai dari Pelabuhan Port de Vell, Barcelona, Spanyol, pada Minggu (12/4/2026) dengan tujuan menembus blokade Israel sekaligus membuka akses penyaluran bantuan bagi warga Gaza, baik melalui jalur laut maupun darat.

Pelepasan armada tersebut dihadiri ribuan aktivis internasional yang memberikan dukungan terhadap misi kemanusiaan menuju Gaza. Sebanyak 30 kapal resmi diberangkatkan dari Barcelona sebagai bagian dari konvoi laut Global Sumud Flotilla, yang secara keseluruhan melibatkan ratusan kapal dan sekitar 1.000 relawan dari berbagai negara.

Para peserta terdiri dari aktivis kemanusiaan, organisasi masyarakat sipil, hingga tokoh publik dari berbagai latar belakang yang membawa pesan solidaritas global bagi warga Palestina.

Dari Indonesia, dua perwakilan turut serta dalam pelayaran tersebut, yakni Chiki Fawzi dan Maimon Herawati. Sementara tiga delegasi lainnya—Muhammad Husein, Syafawi, dan Sugandhi—menempuh jalur darat untuk mendukung misi yang sama.

"Bismillah. Untuk pemberangkatan dari Barcelona, yang berlayar adalah saya Maimon Herawati dan Chikita Marsha Fawzi. Chikita diundang GSF sebagai global necessity, sedangkan saya berangkat menjadi bagian dari tim SC GSF," ungkap Maimon Herawati, Steering Committee GSF 2026, dalam keterangan resminya.

Global Sumud Flotilla menjadi salah satu aksi solidaritas internasional yang berupaya menarik perhatian dunia terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza, di tengah pembatasan akses bantuan oleh Israel.

Gerakan ini mulai mendapat sorotan luas sejak misi perdananya pada tahun lalu, termasuk setelah salah satu kapal yang membawa aktivis internasional, di antaranya Greta Thunberg, dicegat oleh militer Israel.

Baca juga artikel terkait LATEST SC atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana