Menuju konten utama

Kenapa Manga Ryo Tatsuki Dikaitkan dengan Gempa Rusia 30 Juli?

Gempa Rusia 30 Juli 2025 dengan kekuatan M 8,7 dikaitkan dengan manga Ryo Tatsuki, The Future I Saw. Mengapa demikian?

Kenapa Manga Ryo Tatsuki Dikaitkan dengan Gempa Rusia 30 Juli?
The Future I Saw manga. FOTO/Istimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gempa dengan magnitude 8,7 melanda lepas pantai timur Semenanjung Kamchatka di Rusia pada Rabu (30/7/2025). Di media sosial, muncul tagar #RyoTatsuki. Gempa tipe megathrust ini membuat netizen mengingat kembali sosok Ryo Tatsuki dan manga karyanya, The Future I Saw.

Gempa bumi Rusia ini adalah gempa terkuat sejak gempa Tohoku 2011. Di samping itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) memperingatkan adanya "gelombang tsunami berbahaya" di sepanjang pesisir Rusia dan Jepang.

Terkait ini, mengutip NHK pada Rabu (30/7) siang, peringatan tsunami hingga 3 meter telah dikeluarkan di sepanjang pantai Pasifik Jepang dari Hokkaido hingga Wakayama. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengungsi hingga semua peringatan dicabut.

Tsunami setinggi 60 cm tercatat ada di Pelabuhan Kuji di Iwate. Sementara itu, gelombang setinggi 50 cm terpantau ada di Pelabuhan Ishinomaki (Miyagi).

Ketika informasi seputar Gempa Rusia berkekuatan M 8,7 mengemuka di internet, banyak netizen yang kemudian mengingat kembali manga The Future I Saw karya Ryo Tatsuki. Tagar #RyoTatsuki pun muncul di platform Twitter berbarengan dengan tagar lain seperti #Earthquake dan #Tsunami.

The Future I Saw, atau dalam bahasa aslinya berjudul Watashi ga Mita Mirai adalah manga yang diterbitkan pada 1 Juli 1999. Manga ini memiliki 3 versi. Sekitar lebih dari 2 dasawarsa sejak edisi pertama, dirilislah The Future I Saw: Complete Edition pada 1 Oktober 2021. Berikutnya, versi ketiga dengan diary ekstra, bertitel The Future I Saw: Complete Edition + Dream Journal, diterbitkan pada 1 April 2022.

Manga The Future I Saw mendapatkan perhatian besar di Jepang pada 2011. Ketika itu, gempa berkekuatan M 9,0 menghantam Tosokku berlangsung pada 11 Maret. Tsunami terbesar sebagai efek gempa, mencapai tinggi 40,5 m di Miyako, Iwate, Tohoku.

The Future I Saw diklaim sebagai ramalan atas gempa dan tsunami di Tohoku karena kover manga tersebut diduga memprediksi akan terjadi bencana pada Maret 2011.

Belakangan, dalam versi baru The Future I Saw yang dirilis pada 2021, tercantum keterangan bahwa akan ada bencana besar pada Juli 2025. Disebutkan, "sebuah celah akan terbuka di dasar laut antara Jepang dan Filipina" yang akan memicu tsunami raksasa yang lebih tinggi daripada Tsunami Tohoku 2011.

Tsunami ini dilukiskan sebagai "3 kali lebih dahsyat daripada Gempa Besar Jepang Timur" dan akan "menghantam wilayah barat daya Jepang.”

Ketika Juli 2025 tiba, semakin banyak orang yang menunggu apakah kali ini yang dituliskan Ryo Tatsuki benar-benar terjadi. Gempa bumi di wilayah tersebut memang cukup intens. Sejak 25 Juni hingga 4 Juli, terjadi 1.198 gempa di dekat Kepulauan Tokara di ujung barat daya Jepang.

Lokasinya mendekati yang tercantum di The Future I Saw. Namun, skalanya relatif kecil. Gempa dengan skala tertinggi kala itu, sebesar M 5,5 berlangsung pada 4 Juli. Hal ini sempat menimbulkan kepanikan.

Rumor akan terjadinya gempa dan tsunami skala besar di Jepang pada Juli 2025 terus menggulung di media sosial. Banyak netizen yang merujuk pada The Future I Saw. Kini, setelah terjadi Gempa Rusia dengan M 8,7, pembicaraan tentang Ryo Tatsuki dan manganya kembali mencuat.

Ilmuwan tidak dapat memprediksi di mana dan kapan gempa bumi akan terjadi. Terkait hal ini, ketika isu terjadi gempa besar di Jepang pada Juli 2025 mengemuka, Ayaka Ebita, kepala Divisi Pemantauan Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi Jepang, menegaskan bahwa Jepang memang wilayah yang relatif banyak gempa.

"Pengetahuan ilmiah saat ini tidak memungkinkan kita untuk memprediksi gempa bumi dengan tanggal, waktu, magnitudo, atau lokasi yang spesifik. Bahkan jika gempa bumi terjadi secara kebetulan, tidak ada dasar ilmiah untuk hal ini. Di Jepang, terdapat sekitar 2.000 gempa bumi bermagnitudo 1 atau lebih tinggi per tahun," paparnya dikutipNHKpada 5 Juli 2025.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya