tirto.id - Sebuah foto yang memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpose dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dipajang di Gedung Putih. Hal ini memantik pertanyaan dari berbagai kalangan terkait maksud dan pertanda apa yang ingin disampaikan atasnya.
Seturut media Inggris, The Independent, foto Trump dan Putin itu merupakan gambar yang diambil selama pertemuan mereka di Alaska pada 15 Agustus 2025 lalu. Di Gedung Putih, foto itu diletakkan di atas foto Trump bersama cucunya.
Pertemuan Agustus 2025 merupakan pertama kalinya kedua kepala negara itu bertemu setelah perang Rusia vs Ukraina pecah. Putin disambut secara pribadi oleh Trump pada karpet merah.
Banyak pihak menyebutnya sebagai kemenangan bagi Moskow karena Putin disambut seolah sekutu dekat Trump. Dalam pertemuan itu, Putin bahkan memutuskan untuk bepergian menggunakan limosin lapis baja Trump, yang dikenal sebagai "The Beast", alih-alih mobil kepresidenannya sendiri.
Diletakkan dengan bingkai, foto itu kini terletak di area serambi penghubung sayap barat Gedung Putih dengan kediaman presiden. Koresponden Gedung Putih untuk PBS News, Elizabeth Landers, telah membagikannya dalam sebuah unggahan di akun X-nya.
Pro Kontra Foto Trump-Putin di Gedung Putih
Penempatan foto tersebut telah membuat pro-kontra dari berbagai pihak. Beberapa di antaranya memuji langkah tersebut, sementara yang lain mengkritiknya.
Salah satu yang memujinya adalah Kirill Dmitriev, salah satu negosiator Rusia yang beberapa kali telah bertemu dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner.
"Bagus. Sebuah gambar bernilai seribu kata," kata Dmitriev.
Sementara itu, senator AS dari Virginia, Mark Warner, mengkritik pemasangan foto itu. Menurutnya, kalaupun dipasang, seharusnya foto bersama Putin dipasang di bawah foto Trump bersama cucunya.
"Menempatkan Putin di atas rakyat Amerika dan keluarganya sendiri. Hampir terlalu kentara," katanya.
Politisi Estonia, Marko Mihkelson, juga melayangkan kritik atas pemasangan foto Putin di Gedung Putih. Menurutnya, itu adalah pertanda buruk bagi keberlangsungan perang di Ukraina.
"Jika benar bahwa presiden AS menganggap pantas untuk menggantungkan foto penjahat perang terbesar abad ke-21 di dinding Gedung Putih, maka perdamaian yang adil dan berkelanjutan harus menunggu, sayangnya," kata Mihkelson.
Dekorasi interior Gedung Putih dilaporkan direnovasi pada bulan lalu. Menukil Fox 10 News, Trump terlibat secara langsung dalam penataan ulang beberapa bagian kantornya itu.
Pada Selasa (20/1/2026), sudut-sudut Palm Room kini dihiasi berbagai foto Trump bersama sejumlah tokoh dunia. Beberapa di antaranya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Cina Xi Jinping, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sejumlah foto juga dipasang di Ruang Oval, salah satunya adalah foto Trump sedang mengepalkan tinju saat menaiki Air Force One dan sebuah foto ketika Trump menjamu pemain sepak bola Cristiano Ronaldo.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































