Menuju konten utama

DPR Minta Pemerintah Mitigasi Dampak Perang Israel versus Iran

Puan Maharani meminta seluruh negara di dunia tidak memperkeruh situasi konflik Iran-Israel.

DPR Minta Pemerintah Mitigasi Dampak Perang Israel versus Iran
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-20 DPR Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz

tirto.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah memitigasi segala dampak imbas perang Iran dan Israel yang kini melibatkan Amerika Serikat. Menurutnya, perang Israel versus Iran akan berimbas pada kenaikan kurs rupiah terhadap dolar dan subsidi harga BBM.

"Pemerintah harus segera memitigasi perkembangan ini, tentu saja terkait dengan kurs rupiah, subsidi BBM, dan hal-hal lain yang terkait dengan situasi global," kata Puan Maharani dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025).

Puan meminta seluruh negara di dunia agar tidak ikut terpengaruh atau bahkan memperkeruh situasi konflik Iran-Israel.

"Ya tentu saja seperti yang tadi saya sampaikan sebaiknya kedua belah pihak menahan diri. Dan begitu juga negara-negara lain untuk menimbau agar permasalahan yang terjadi di antara kedua negara bisa diselesaikan dengan baik," katanya.

Puan berjanji bahwa DPR akan segera mengambil sikap untuk mencari solusi penyelesaian masalah konflik dua negara tersebut.

Puan mendesak agar Iran maupun Israel untuk saling menahan diri dan segera melakukan gencatan senjata. Menurutnya hal itu harus dilakukan demi keselamatan dan kemaslahatan dari kedua negara.

"Terkait situasi yang sekarang sedang terjadi tentu saja kami ingin bahwa untuk adanya gencatan senjata di antara kedua pihak yang sedang berperang," kata Puan.

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, juga meminta pemerintah melakukan langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh Indonesia, seperti diversifikasi sumber energi ke energi terbarukan, mengupayakan diplomasi energi dengan negara-negara di luar Teluk Persia, serta memperkuat cadangan energi strategis dan mempercepat pembangunan kilang minyak dalam negeri.

Hal ini penting untuk menghindari Indonesia dari krisis energi jika eskalasi konflik makin tinggi.

“Kemungkinan eskalasi juga meningkat jika Iran menyerang kapal perang atau tanker minyak di Teluk Persia. Penguatan kelompok militan pro-Iran seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan milisi Syiah di Irak juga dapat melancarkan serangan asimetris terhadap AS, Israel, dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah,” kata TB Hasanuddin.

Baca juga artikel terkait ISRAEL VS IRAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto