Menuju konten utama

Iran Bantah Ada Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel

Operasi militer angkatan bersenjata Iran masih kuat untuk menggempur Israel.

Iran Bantah Ada Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel
Bendera Israel dan Iran. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran sebagaimana yang telah diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Hal ini dia ungkapkan melalui unggahan di media sosial X dengan mengatakan sampai saat ini tidak adanya kesepakatan apapun mengenai gencatan senjata maupun penghentian operasi militer.

“Sampai saat ini, tidak ada kesepakatan mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer. Namun, dengan syarat rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran selambat-lambatnya pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak berniat untuk melanjutkan tanggapan kami setelahnya,” kata Araghchi melalui media sosial X, Selasa (24/6/2025).

“Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan buat kemudian,” tambahnya.

Dia pun menyatakan bahwa operasi militer angkatan bersenjata Iran masih kuat untuk menggempur Israel. Iran berdalih Israel masih melakukan serangan hingga menit terakhir, pukul 4 pagi.

“Bersama dengan seluruh rakyat Iran, saya berterima kasih kepada Angkatan Bersenjata kami yang pemberani yang tetap siap membela negara kita tercinta hingga titik darah penghabisan, dan yang menanggapi setiap serangan musuh hingga menit terakhir,” katanya.

Cuitan Araghchi muncul usai Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel-Iran secara total untuk mengakhiri konflik antara kedua negara tersebut. Hal ini diumumkannya setelah kedua negara itu mengancam akan melakukan serangan baru.

Melansir Reuters, Trump tampaknya mengisyaratkan bahwa Israel dan Iran akan memiliki waktu untuk menyelesaikan misi apa pun saat gencatan senjata dimulai.

“Dengan asumsi bahwa semuanya berjalan sebagaimana mestinya, yang akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua negara, Israel dan Iran, karena memiliki Stamina, Keberanian, dan Kecerdasan untuk mengakhiri, apa yang seharusnya disebut, 'PERANG 12 HARI',” tulis Trump di situs Truth Social miliknya, Selasa (24/6/2025).

Baca juga artikel terkait ISRAEL VS IRAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto