Menuju konten utama

DPR Minta Anggota Joget di Sidang Tahunan Tak Dilebih-lebihkan

Adies mengatakan, aksi joget yang dilakukan para anggota DPR dilakukan setelah acara kenegaraan sudah selesai sehingga wajar bila menyampaikan sukacita.

DPR Minta Anggota Joget di Sidang Tahunan Tak Dilebih-lebihkan
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/7/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Wakil Ketua DPR, Adies Kadier, meminta agar momen anggota DPR-MPR berjoget di saat Sidang Tahunan MPR-DPR 2025 tidak dilebih-lebihkan sebab acara inti dan pidato kenegaraan sudah selesai ketika momen itu terjadi.

Hal itu menanggapi ramainya kritik publik terkait aksi anggota DPR yang berjoget di Sidang Tahunan MPR-DPR pada 16 Agustus 2025 lalu.

“Jadi saya pikir mungkin tidak usah terlalu dilebih-lebihkan yang penting adalah penghormatan terhadap rapat tersebut berjalan dengan baik dan goyangnya juga tidak kemana-mana hanya berdiri di kursinya masing-masing saja,” ujar Adies kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (19/8/2025).

Menurut Adies, usai pidato kenegaraan, acara memang biasanya diakhiri dengan penampilan musik. Alhasil, dia mengira, joget tersebut dipicu karena lagu yang dibawakan cukup bersemangat dan membuat sejumlah anggota larut dalam suasana.

“Tetapi substansinya yang penting pada saat rapat paripurna inti daripada pidato-kenegaraan itu semua berjalan dengan hikmat dan baik-baik saja dan tugas-tugas juga yang dilakukan oleh kawan-kawan anggota dewan di daerah pemilihan masing-masing berjalan dengan baik. Semua turun mendengarkan langsung aspirasi daripada masyarakat yang ada di daerah,” sambungnya.

Adies menambahkan, hal serupa juga terjadi pada upacara peringatan kemerdekaan HUT ke-80 RI di Istana Negara. Menurutnya, momen tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa sukacita dan rasa gembira terkait capaian umur Indonesia.

“Dan harus dihadapi dengan optimis, sukacita, dan juga kerja keras yang sangat maksimal karena ke depan Indonesia harus lebih baik lagi menatap ekonomi global dan juga menuju Indonesia Emas 2045,” kata Adies.

Hal terpenting, kata Adies, adalah acara inti telah selesai dan niat yang diberikan pemerintah untuk menghibur masyarakat di hari kemerdekaan.

“Jadi yang penting kalau hemat saya jangan terlalu disalah artikan bahwa acara inti sudah selesai dan mereka tentunya tetap mempunyai empati begitu,” katanya.

“Dan kita tahu Pak, apalagi Pak Presiden setelah acara kemerdekaan malamnya pun mengadakan pawai karnaval dan juga banyak acara-acara rakyat di Monas, hiburan-hiburan rakyat,” sambung Adies.

Baca juga artikel terkait SIDANG TAHUNAN atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher